tjsl

PHE OSES Fasilitasi Nelayan Kepulauan Seribu Olah Limbah Menjadi Berkah

Senin, 2 Juni 2025 | 13:30 WIB
Dengan program Pelaut Tangguh, PHE OSES fasilitasi nelayan Kepulauan Seribu olah limbah menjadi berkah. (DOK. PHE OSES)

Pembuatan umpan pancing secara manual, yang masih menggunakan tangan, menyebabkan ukuran udang berbeda-beda, tidak konsisten.

Baca Juga: Cetak Generasi Pemimpin, Hutama Karya Gelar Finale Series Leadership Development Program 2025

Selain kualitas produk, Bahrudin dan kelompoknya juga menghadapi tuntutan untuk memenuhi permintaan (demand) produk yang terus meningkat sehingga mereka perlu menggenjot produksi.

Dengan kehadiran PHE OSES yang memberikan mesin duplikator dan membangun bengkel workshop, tantangan dan rintangan tersebut pun dapat teratasi.

Selain itu, PHE OSES juga membawa Bahrudin dan anggota KUB Mancing Bahagia ke Daerah Istimewa Yogyakarta untuk melakukan studi banding. Di sana, mereka belajar tentang manajemen usaha dan penguatan kelompok.

Baca Juga: Di Tengah Ketidakpastian Global, BRI Torehkan Kinerja Positif Lewat Strategi CASA dan Transformasi Digital

Kerajinan miniatur kapal dan umpan pancing hasil kreasi mereka dipasarkan di Pulau Kelapa dan Pulau Harapan. Sejak Juni 2024 hingga April 2025, total omzet penjualan mencapai sekitar Rp25 juta.

Bahrudin dan anggota KUB Mancing Bahagia tidak saja berprofesi sebagai nelayan dan pengrajin. Mereka juga adalah penjuang lingkungan, yang berperan aktif dalam menyuarakan kebersihan dan pelestarian lingkungan.

Mereka menyulap kayu, yang dulunya mengapung di lautan sebagai sampah menjadi berkah.***

 

Halaman:

Tags

Terkini