Kabar BUMN - Pekerja Migran Indonesia (PMI) memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian nasional serta meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka.
Namun, setelah kembali ke tanah air, banyak Purna PMI menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan keterampilan usaha, minimnya akses permodalan, dan sulitnya memperoleh peluang ekonomi yang berkelanjutan.
Sebagai wujud komitmen dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli kembali meluncurkan Program Pemberdayaan Purna Pekerja Migran Indonesia.
Baca Juga: Nikmati Sensasi Wisata Ala New Zealand di Ranu Manduro, Mojokerto
Program ini dirancang khusus bagi para pekerja migran yang telah menyelesaikan masa kontrak di luar negeri dan kembali ke Indonesia.
Kali ini, program tersebut menyasar purna pekerja migran dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dengan pelatihan terpusat di Desa Loyok, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur.
Sebanyak 30 purna pekerja migran mengikuti berbagai pelatihan keterampilan yang difokuskan pada pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Baca Juga: Sambut HUT ke-269 Kota Yogyakarta, DAMRI Beri Diskon Spesial 5% untuk Semua Rute Keberangkatan
Beragam pelatihan diberikan, di antaranya pelatihan pengembangan produk bambu berbasis tren pasar dan preferensi konsumen, pelatihan teknik anyaman lanjutan dan diversifikasi produk bambu berkualitas ekspor, pelatihan pengelolaan keuangan dan harga pokok penjualan, pelatihan pemasaran dan branding produk, serta pelatihan inovasi desain produk.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk membekali purna pekerja migran dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan agar mampu berwirausaha secara mandiri atau memperoleh pekerjaan yang layak di dalam negeri.
“Dengan dukungan mentor yang berpengalaman, purna PMI akan memiliki kesempatan dalam mengembangkan usahanya secara mandiri atau memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan bidang atau keterampilan mereka.
"Hal ini nantinya dapat mendorong kemandirian dan kesejahteraan serta diharapkan dapat berkontribusi secara aktif dalam pembangunan ekonomi masyarakat,” jelas Dhanny.
Lombok sendiri dikenal memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah.