Arief menambahkan, PNM ingin menjadi bagian dari perjalanan itu, dengan menghadirkan dukungan nyata agar mereka dapat tumbuh lebih berdaya.
Selain memberikan peralatan membatik, PNM juga melakukan pendampingan pemberdayaan agar kelompok ini dapat mengelola produksi, pemasaran, dan keuangan dengan lebih profesional.
Pendekatan menyeluruh ini diharapkan dapat menjadikan Rumah Inklusif Kebumen sebagai contoh praktik baik dalam pemberdayaan sosial-ekonomi berbasis komunitas.
Melalui langkah ini, PNM menegaskan kembali perannya sebagai lembaga yang tak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga menumbuhkan semangat hidup dan kemandirian.
Baca Juga: Produk Berkualitas WSBP Hadir di Proyek Underpass Simpang Lima IBM Konawe, Sulawesi Tenggara
“Pemberdayaan bukan sekadar program melainkan cara untuk menyalakan harapan agar setiap keluarga, tanpa terkecuali, bisa tumbuh bersama,” tutup Arief.***