tjsl

Ubah Sampah Jadi Nilai Ekonomi, PLN EPI Tembus Platinum Nusantara CSR Awards 2026

Minggu, 12 April 2026 | 19:00 WIB
Limbah bukan lagi masalah, tapi peluang, PLN EPI buktikan lewat penghargaan Platinum ini.

Kabar BUMN - Pendekatan CSR kini mulai bergeser. Bukan hanya soal bantuan sosial, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi yang nyata.

Hal ini terlihat dari langkah PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) yang sukses meraih penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2026, yang diselenggarakan oleh La Tofi School of Social Responsibility.

Penghargaan tersebut diberikan atas program pengelolaan sampah organik dapur yang diolah melalui budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF) di wilayah Gunungkidul.

Baca Juga: Jadwal Pengalihan Lintasan Siwa–Kolaka Diundur, ASDP Prioritaskan Kelancaran Layanan

Program ini mencatat skor 90,80 dan masuk dalam kategori ketahanan ekonomi masyarakat & rantai nilai.

Selain itu, program tersebut juga meraih predikat Corporate Economic Protection Index (CEPI) Champion Candidate dengan nilai 2,72 yang menunjukkan bahwa setiap Rp 1 investasi CSR mampu melindungi sekitar Rp 2,72 nilai ekonomi dalam eksposur risiko operasional perusahaan.

Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan, menyampaikan bahwa capaian ini menjadi bukti nyata transformasi peran CSR sebagai bagian dari strategi bisnis perusahaan.

Baca Juga: Armada Kapal Pertamina Jadi Andalan Distribusi Energi Nasional di Tengah Tantangan Global

"Penghargaan ini menunjukkan bahwa program TJSL PLN EPI tidak hanya berorientasi sosial, tetapi juga mampu menciptakan perlindungan nilai ekonomi perusahaan secara nyata dan terukur. Inilah arah baru CSR yang kami dorong," ujar Mamit.

Ia menambahkan bahwa program pengelolaan sampah organik berbasis maggot tidak hanya menyelesaikan persoalan  lingkungan, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi sirkular yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus memperkuat keberlanjutan bisnis perusahaan," tambahnya.

Program TJSL ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) 12 terkait Konsumsi dan Produksi yang Berkelanjutan, serta sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menjalankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Baca Juga: Tanpa Konflik, PalmCo Berhasil Pulihkan 223,05 Hektar Aset Negara

Chairman La Tofi School of Social Responsibility sekaligus Principal Assessor La Tofi ESG Rating, La Tofi, menegaskan bahwa NCSRA 2026 menghadirkan paradigma baru dalam praktik CSR di Indonesia.

"CSR bukan lagi sekadar aktivitas sosial, melainkan instrumen strategis untuk melindungi ekonomi perusahaan. Program yang dirancang berbasis risiko akan kembali sebagai perlindungan ekonomi yang nyata dan terukur," ujarnya.

Halaman:

Tags

Terkini