PLN EPI Dorong Gasifikasi Biomassa, Solusi Energi Bersih untuk Wilayah Terpencil

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Minggu, 12 April 2026 | 06:30 WIB
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PLN EPI dan PT Karimun Power Plant (KPP) pada Senin (6/4) di Jakarta. (plnepi.co.id)
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PLN EPI dan PT Karimun Power Plant (KPP) pada Senin (6/4) di Jakarta. (plnepi.co.id)

Kabar BUMN - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) semakin serius mendorong pemanfaatan gasifikasi biomassa sebagai solusi percepatan program dedieselisasi, khususnya di wilayah terpencil yang belum terhubung dengan jaringan listrik interkoneksi.

Langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PLN EPI dan PT Karimun Power Plant (KPP) pada Senin (6/4) di Jakarta.

Kerja sama tersebut berfokus pada pengembangan bisnis syngas berbasis gasifikasi biomassa, sebagai bagian dari upaya mendukung transisi energi sekaligus mencapai target net zero emission (NZE) 2060.

Baca Juga: Lau Berte: Air Terjun untuk Kamu yang Suka Tantangan

Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, menegaskan bahwa biomassa kini bukan lagi sekadar alternatif energi, melainkan bagian penting dalam pembangunan ekosistem energi baru terbarukan (EBT) yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

"Potensi biomassa nasional mencapai sekitar 80 juta ton, namun baru dimanfaatkan sekitar 20 juta ton. Artinya, masih ada peluang besar yang bisa dioptimalkan untuk mendukung ketahanan energi nasional," ujar Hokkop.

Ia menjelaskan, selama ini pemanfaatan biomassa lebih banyak difokuskan pada cofiring di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Baca Juga: Manfaatkan Poin Telkomsel-mu! Begini Cara Mudah Ikut Program Undian Berhadiah

Namun, ke depan, pengembangan akan diperluas melalui produksi syngas dari gasifikasi biomassa yang dinilai lebih fleksibel, terutama untuk digunakan pada pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) maupun sistem isolated.

"Gasifikasi biomassa ini menjadi solusi konkret untuk daerah isolated yang masih bergantung pada solar. Dengan pendekatan ini, kita bisa menekan biaya energi sekaligus mengurangi emisi," tambahnya.

Menurut Hokkop, keterbatasan desain PLTU serta kesiapan infrastruktur menjadi kendala dalam optimalisasi cofiring biomassa.

Baca Juga: Kesempatan Karier di Industri Mineral, PT SUCOFINDO Buka Rekrutmen

Oleh karena itu, diversifikasi pemanfaatan menjadi langkah strategis yang harus ditempuh.

"Karena itu kita membuka branch baru melalui gasifikasi biomassa. Ini bukan hanya opsi teknis, tapi juga solusi bisnis yang lebih adaptif untuk menjawab kebutuhan energi di wilayah terpencil," tegasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dwi NM

Sumber: plnepi.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini