Tinjau Langsung Proyek Perumnas, Wantimpres Fokus Pada Pembangunan Hunian Layak Bagi Masyakarat

Photo Author
Unggul Tan, Kabar BUMN
- Sabtu, 12 Agustus 2023 | 13:30 WIB
Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) mengunjungi pembangunan Perumnas di kawasan Samesta Mahata Serpong, Rawa Buntu. (perumnas.co.id)
Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) mengunjungi pembangunan Perumnas di kawasan Samesta Mahata Serpong, Rawa Buntu. (perumnas.co.id)

Kabar BUMN - Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) meminta Perumnas untuk fokus pembangunan hunian layak untuk masyarakat.

Angka backlog hunian di Indonesia menjadi perhatian pemerintah dan para stakeholder pengembang hunian rakyat.

Berdasarkan Data Survei Sosio Ekonomi Nasional (Susenas), backlog hunian mencapai 12,71 juta dimana 2,9 juta diantaranya tersebar di wilayah Jabodetabek.

Bahkan dari masyarakat yang memiliki hunian di Jakarta, 63 persen di antaranya belum memiliki hunian layak.

Baca Juga: Mampir ke Booth Pertamina Patra Niaga di GIIAS 2023, Pengunjung Bisa Dapat Hadiah Tiket VIP MotoGP Mandalika

Adanya permasalahan tersebut menjadi trigger bagi Perumnas ntuk membangun dan mengembangkan kawasan layak huni secara berkesinambungan.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Utama Perumnas, Budi Saddewa Soediro saat menerima kunjungan kerja Watimpres di Samesta Mahata Serpong, Rawa Buntu.

"Perumnas tidak tinggal diam terhadap permasalahan backlog hunian ini, kami akan selalu bertekad membangun hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat," kata Budi.

Selain itu, Budi menegaskan bahwa Perumnas berkomitmen pada tugasnya yang sejalan dengan program Pemerintah dan PP 83 Tahun 2015.

Sejauh ini, Perumnas telah menginisiasi berbagai program guna peningkatan kualitas hunian layak melalui revitalisasi.

Baca Juga: Rekomendasi Tempat Wisata di Garut, Ada yang Bernuansa Mirip Ubud Bali

Pelaksanaan revitaliasi hunian terfokus pada peningkatan fasilitas umum guna menciptakan interaksi sosial yang positif bagi penghuni dan masyarakat di sekitarnya.

"Revitalisasi kawasan hunian kami lakukan tidak hanya untuk mengatasi lingkungan yang terkesan kumuh dari kepadatan penduduk maupun masalah kepemilikan rumah," tutur Budi.

"Tetapi sekaligus meningkatkan kualitas bangunan dengan memberikan fasilitas untuk menunjang kehidupan sosial masyarakat melalui hunian berkualitas," sambungnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Unggul Tan

Sumber: perumnas.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini