Salut, Pertamina Trans Kontinental Reduksi 74,03 Ton CO2 per Tahun

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Jumat, 18 Agustus 2023 | 07:00 WIB
PLTS di armada kapal Transko Pari 01 yang Pertamina Trans Kontinental (PTK) lakukan sejak 31 Agustus 2022 dan mereduksi 39.01 ton gas karbon dioksida (CO2) per tahun. (pertamina-ptk.com)
PLTS di armada kapal Transko Pari 01 yang Pertamina Trans Kontinental (PTK) lakukan sejak 31 Agustus 2022 dan mereduksi 39.01 ton gas karbon dioksida (CO2) per tahun. (pertamina-ptk.com)

Kabar BUMN - PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) menekan gas buang karbon dioksida (CO2) sebesar 74,03 ton per tahun melalui penerapan program dekarbonisasi di operasional perusahaan.

Direktur Utama PTK I Ketut Laba mengatakan bahwa program dekarbonisasi sejalan dengan program PT Pertamina (Persero) mencapai net zero emission pada tahun 2060.

“PTK berkomitmen untuk turut serta mendorong pengembangan bisnis green energy di lini jasa maritim yang terintegrasi terutama di tiga segmen bisnis utama kita,” ujar Ketut Laba.

Baca Juga: PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) Raih Penghargaan Indonesia Best CSR Awards 2023

Program dekarbonisasi ini, lanjut Ketut Laba, diharapkan berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDG's) Poin 17 yaitu mengambil tindakan sesegera mungkin untuk memerangi perubahan iklim dan dampaknya.

Reduksi gas buang PTK peroleh dari program penerapan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di armada kapal Transko Pari 01 yang dilakukan sejak 31 Agustus 2022. 

Penggunaan PLTS di armada kapal berjenis crew boat ini menekan 39.01 ton gas karbon dioksida (CO2) per tahun dan menghasilkan efisiensi penggunaan fuel dengan estimasi sebesar 200 juta rupiah.

Baca Juga: Monitoring Kapal Digital, PTK Terapkan Transko Condition Monitoring System (TCMS)

Selain itu, reduksi gas buang PTK peroleh dari Energy Substitution Shore Connection dengan memasang Shore Connection (SC) di lokasi port Plaju yang dimulai pada 1 Februari 2023 lalu.

SC tersebut berfungsi sebagai sumber listrik kapal ketika bersandar di port. Listrik ini menggantikan penggunaan Auxiliary Engine (AE) atau generator kapal, sehingga generator tidak perlu dinyalakan dan bisa mereduksi gas CO2 saat keadaan berlabuh.

Hasilnya, PTK mampu mereduksi 35,02 ton Gas CO2 per tahun dan menghemat penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dengan estimasi sebesar 120 juta rupiah.

Baca Juga: Penguatan Segmentasi Bisnis, PTK Optimis Capai Target Tahun 2023

PTK akan memperluas program dekarbonisasi secara masif, seperti rencana pemasangan PLTS di 4 kapal yang dipasang sepanjang tri wulan III 2023 hingga tri wulan IV tahun 2025. Pemasangan PLTS ini akan dipasang pada armada Floating Crane (FC) Dwipangga, Oil Barge (OB) Patra 2304, OB Ranau, dan OB Patra 2301.

Juga implementasi Energy Substitution Shore Connection di 4 port antara lain port Refenery Unit (RU) III Plaju, Port Semarang, RU II Dumai,RU IV Cilacap yang dikelola PTK sepanjang tri wulan III 2023 hingga tri wulan I tahun 2024.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: pertamina-ptk.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini