Hasil Asesmen ESG, Secara Global PTPN Group Raih Posisi Teratas di Sektor Pertanian

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 21 Agustus 2023 | 10:00 WIB
Pekerja di perkebunan kelapa sawit PTPN III (Persero). (holding-perkebunan.com)
Pekerja di perkebunan kelapa sawit PTPN III (Persero). (holding-perkebunan.com)

Kabar BUMN - Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) holding dinyatakan memiliki resiko rendah terhadap dampak keuangan material yang ditimbulkan oleh faktor-faktor lingkungan, sosial dan Tata Kelola (ESG). Pernyataaan tersebut keluar setelah dilakukan asesmen oleh lembaga pemeringkat ESG internasional, Sustainalytics pada Juli 2023.

PTPN III menerima Peringkat Risiko ESG sebesar 17,1, yang menempatkan perusahaan pada risiko rendah terkait dampak signifikan dari faktor-faktor ESG.

Pemeringkatan Risiko ESG ini menempatkan PTPN III pada posisi puncak secara global dalam sub-industri pertanian. Pencapaian ini menggambarkan upaya yang sungguh-sungguh perusahaan dalam menerapkan prinsip dan praktik ESG dalam semua kegiatan bisnis dan operasionalnya.

Baca Juga: Bersinar di Ajang Indonesia DEI & ESG Awards, Pupuk Indonesia Sukses Sabet 3 Penghargaan Sekaligus

CEO Perkebunan Nusantara PTPN III Holding (Persero), Mohammad Abdul Ghani, menyatakan bahwa upaya-upaya PTPN III untuk menerapkan praktik bisnis ramah lingkungan dan inisiatif untuk menanggulangi perubahan iklim telah ikut berperan penting dalam meningkatkan kinerja ESG perusahaan.

"Upaya penguatan keselamatan di tempat kerja, tata kelola perusahaan, dan pemberdayaan masyarakat juga turut berkontribusi terhadap keberhasilan ini," kata Ghani.

Lebih lanjut Ghani mengungkapkan bahwa pencapaian ini menjadi katalisator dan sekaligus motivasi bagi seluruh insan PTPN untuk terus menguatkan komitmen dan konsistensinya dalam menerapkan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat guna meningkatkan kinerja perusahaan.

Baca Juga: Berkat Komitmen Terapkan Bisnis Berkelanjutan, BRI Berhasil Bawa Pulang Satu Piala di ESG Awards 2023

"Tentu saja hasil pemeringkatan ini akan meningkatkan motivasi PTPN III dalam mengelola isu-isu ESG, dan perusahaan berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerjanya dalam isu-isu kelestarian alam di masa mendatang," kata Ghani.

Sebagai salah satu perusahaan bidang pertanian terbesar di dunia, Ghani menegaskan bahwa PTPN III berkomitmen dan terus berupaya untuk menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam bidang lingkungan hidup, sosial dan tata kelola perusahaan dalam seluruh kegiatan bisnisnya.

Ghani menyatakan, transformasi PTPN III yang telah dilakukan selama empat tahun terakhir dan telah terbukti mampu meningkatkan kinerja operasional dan keuangan, tidak terlepas dari inisiatif ESG yang telah diterapkan.

Baca Juga: Konsisten Lakukan ESG, ANTAM Tetap Jadi Bagian Indeks SRI-KEHATI hingga Indeks ESG Quality 45 IDX KEHATI

"Dalam menjalankan seluruh kegiatan usaha, perseroan senantiasa memastikan bahwa produk yang dihasilkan tidak hanya berdampak secara ekonomi tetapi juga berdampak bagi masyarakat dan lingkungan, dengan tetap berpegang pada ketentuan tata kelola perusahaan yang berlaku," urainya.

Pemeringkatan Risiko ESG oleh Sustainalytics mengukur keterpaparan perusahaan terhadap risiko ESG serta mengukur seberapa besar kesiapan perusahaan dalam mengelola risiko tersebut. Semakin rendah Peringkat Risiko ESG suatu perusahaan dianggap semakin baik dalam mengelola risiko ESG. Pengukuran kuantitatif ini juga bisa menggunakan perbandingan hasil dari industri dan sub-industri sejenis.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini