Tahapan Pembangunannya Sesuai Target, Terminal LPG Tuban Siap Perkuat 40% Pasokan Nasional

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Minggu, 1 Oktober 2023 | 15:30 WIB
PT Pertamina International Shipping (PIS) memastikan proyek pembangunan Terminal LPG Refrigerated Jatim - Tuban berjalan sesuai dengan target atau on track. (pertamina-pis.com)
PT Pertamina International Shipping (PIS) memastikan proyek pembangunan Terminal LPG Refrigerated Jatim - Tuban berjalan sesuai dengan target atau on track. (pertamina-pis.com)

Kabar BUMN - PT Pertamina International Shipping (PIS) memastikan proyek pembangunan Terminal LPG Refrigerated Jatim – Tuban berjalan sesuai dengan target atau on track.

CEO PIS Yoki Firnandi memaparkan, terminal LGP Tuban dengan kapasitas mencapai 93.000 MT dibangun dengan bertahap.

Tahap pertama berlangsung sejak 2019 hingga akhir tahun lalu untuk proses persiapan lahan dan tangki.

Baca Juga: Mulai dari Panel Surya hingga Kapal Dual Fuel, PIS Tegaskan Komitmen Kurangi Polusi

Dilanjutkan ke tahap kedua yang dimulai sejak Februari lalu. Dengan skema kerja sama operasi (KSO) bersama dengan PT Wijaya Karya dan PT JGC Indonesia untuk pembangunan terminal sisi darat dan dermaga.

CEO PIS Yoki Firnandi memaparkan, proyek Terminal LPG Tuban dikelola anak usaha PIS, yakni PT Pertamina Energy Terminal (PET), yang diberikan mandat untuk mengelola terminal-terminal energi strategis di Indonesia.

“Salah satunya terminal LPG Tuban, yang ke depannya memegang peranan besar dalam ketahanan energi karena akan melayani sebanyak 40% permintaan LPG nasional khususnya untuk area Indonesia bagian timur,” ujar Yoki Firnandi di medio September lalu.

Baca Juga: Transformasi Berjalan Lancar, PIS Catatkan Laba 138,5 Juta Dollar AS pada Semester I 2023

Terminal LPG ini akan menjadi hub suplai LPG ke wilayah Jawa Timur, Bali, NTB, Kalimantan, dan Sulawesi, menggantikan peran 2 unit Very Large Gas Carrier (VLGC) yang saat ini difungsikan sebagai floating storage.

“Dengan beroperasinya terminal LPG Tuban ini tentunya distribusi energi akan lebih efisien dan lebih menjamin safety dan pasokan yang lebih terjamin,” ujar Yoki.

Tidak hanya itu, pembangunan terminal ini juga tercatat menyerap tenaga kerja hingga sebanyak 1.142 orang selama proyek berlangsung, serta penyerapan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) proyek ini sebesar 33.23%.

Baca Juga: Aktif Dorong Perkembangan Industri Maritim Tanah Air, PIS Hadiri Sidang IMO di London

Kehadiran infrastruktur strategis ini, ditambah dengan penyerapan tenaga kerja dan optimalisasi TKDN dalam pembangunannya membantu menggerakkan perekenomian nasional.

Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendongkrak peringkat daya saing Indonesia dalam Institute for Management Development (IMD) World Competitiveness Index dari peringkat 44 ke peringkat 34 pada tahun 2022.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: pertamina-pis.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini