Kabar BUMN - Pertamina Hulu Energi (PHE) West Madura Offshore (WMO), bagian dari Zona 11 Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina meraih Sertifikasi Green Building EDGE untuk gedung kantornya yang berlokasi di Desa Sidorukun, Kec. Gresik, Kabupaten Gresik.
Sertifikasi ini inovasi International Finance Corporation (IFC), yang dikeluarkan EDGE, yang saat ini telah beroperasi di Indonesia dan berkolaborasi dengan Green Building Council Indonesia (GBCI).
Manager WMO Field Markus Pramudito menjelaskan, capaian ini merupakan hasil positif setelah melakukan pengajuan Sertifikasi Green Building EDGE sejak bulan Juli 2023 lalu.
Baca Juga: PHE OSES Tingkatkan Keandalan Infrastruktur dengan Remajakan Pipa Minyak di Kawasan Kepulauan Seribu
Sertifikasi green building mengedepankan aspek penghematan energi (energy savings), efisiensi air (water savings), dan energi terkandung yang rendah di material (less embodied energy in materials) pada proses audit tersebut.
“Sertifikasi ini berhasil menempatkan PHE WMO pada EDGE Certified dalam sertifikasi green building dan menjadikan gedung kantor WMO Field ini sebagai yang pertama dan satu-satunya gedung yang memiliki sertifikasi green building di Kabupaten Gresik,” tegasnya.
Capaian ini merupakan wujud komitmen Perusahaan untuk menerapkan prinsip Environment, Social, Governance (ESG) dalam setiap kegiatan operasi dan bisnis migas perusahaan sehingga mampu menghasilkan energi yang berkelanjutan bagi Indonesia.
Baca Juga: Upaya Meningkatkan Rasio Temuan, PHE Pertajam Strategi Eksplorasi
“Dengan pencapaian ini, seluruh pekerja WMO Field diharapkan dapat menjaga dan meningkatkan nilai penghematan, antara lain dengan penggunaan air dan listrik yang secukupnya selama melakukan aktifitas di seluruh area kerja WMO Field baik di onshore dan offshore,” ungkapnya.
PHE WMO berencana melakukan sertifikasi green building lain pada kelas EDGE Advance dan zero carbon.
“PHE WMO terus menjalankan operasi migas yang selamat, handal, ramah lingkungan, dan patuh terhadap seluruh peraturan yang berlaku dengan menerapkan beragam inovasi sosial dan lingkungan dalam pelaksanaan program-program TJSL perusahaan sehingga mampu memberikan dampak yang signifikan dan berkelanjutan,” pungkas Markus.***
Artikel Terkait
SKK Migas: PHE NSO Kembali Temukan Cadangan Migas di Lepas Pantai Aceh
Aksi PHE OSES Manfaatkan Energi Baru dan Terbarukan Untuk Nelayan Pesisir Lampung Timur
PHE Terus Berkontribusi dalam Produksi Energi Nasional
Agresif Tingkatkan Nilai Perusahaan: PHE Gencarkan Strategi Unlock Value Jaga Ketahanan Energi Nasional
Helat Pelalawan 2023, PEP Lirik Field dan PHE Kampar Edukasi Pelajar Tentang Industri Hulu Migas