Kabar BUMN - Beberapa waktu yang lalu, Pertamina mengadakan Komet Webinar HSSE Excellent (Komex) dalam rangka Bulan Knowledge Management Pertamina (Komet 2023).
Dalam acara tersebut, Pertamina saling berbagi pengetahuan, di mana materi yang disampaikan merupakan lesson learned, success story, problem solving, ataupun trouble shooting.
Narasumber Komex kali ini yaitu Direktur Operasi PT Pertamina Lubricants, Sigit Pranowo. Ia hadir membawakan topik “Meningkatkan Quality, Health, Safety, Security, Environment (QHSSE) & Operational Excellence Melalui Implementasi Pertamina Lubricants Sustainability Management System Excellence (Plus-E) di Pertamina Lubricants”.
Dilansir KabarBUMN.com dari pertaminapatraniaga.com, Sigit dalam kesempatannya, menjelaskan bahwa Plus-E merupakan tools yang diimplementasikan di Pertamina Lubricants untuk mengukur efektivitas penerapan sistem manajemen terpadu agar berjalan secara konsisten dalam mewujudkan operasional dan HSSE Excellence.
Untuk itu, kata dia, dengan program Plus-E, diharapkan keseluruhan kegiatan produksi dan distribusi di Pertamina Lubricants beroperasi secara aman, lancar, andal, tepat mutu, dan selalu memperhatikan aspek HSSE.
“Tools ini digunakan untuk melakukan sebuah audit internal di lingkungan operasi Pertamina Lubricants. Ini tentunya sangat related dengan strategi perusahaan, baik untuk mencapai visi misi, kebijakan perusahaan, dan juga untuk pencapaian tujuan-tujuan jangka panjang perusahaan hingga 2026, serta sistem manajemen terpadu,” jelas Sigit.
Adapun latar belakang adanya Plus-E adalah untuk memenuhi harapan stakeholder, seperti Customer Agen Tunggal Pemilik Merek (ATPM) Otomotif, Customer Industry, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Ketenagakerjaan, dan Kementerian Perindustrian.
Plus-E memiliki 6 elemen penilaian, yakni kepemimpinan dan budaya kerja, general facilities, proses inti, quality & quantity assurance, proses pendukung, hingga hasil. Sigit menyebut, kaitannya dengan HSSE, implementasi Plus-E memberikan dampak yang positif terhadap nilai budaya HSSE di Pertamina Lubricants.
“Hasil survei budaya HSSE di Pertamina Lubricants terus meningkat setiap tahunnya. Dari tahun 2017 yang saat itu score-nya 3,68, saat ini score-nya berada di posisi 4,05 yang artinya kami sudah dalam posisi yang proactive (selalu fokus pada setiap masalah HSSE yang ditemukan). Namun kami tidak akan berhenti di sini dan akan terus kami naikkan agar HSSE ini menjadi napas dari Insan Pertamina Lubricant dalam hal melaksanakan proses produksi, proses inventory, dan pengiriman produk sampai ke pelanggan,” ucap Sigit.
Baca Juga: Kualitas Cetakan Terbukti Memuaskan, PNRI Kembali Layani Order Cetak Puluhan Ribu TapCash BNI
Ia menambahkan, Plus-E memberikan dampak yang bagus hingga sudah mendapat pengakuan dari eksternal, seperti menerima penghargaan Gold dan Platinum dari SNI Award. Hal tersebut merupakan bentuk kepercayaan dari pihak eksternal dalam penyediaan produk dan layanan Pertamina Lubricants.
“Harapan kami, Plus-E sebagai tools untuk mengukur implementasi QHSSE melalui audit internal dalam operasi Pertamina Lubricants tetap bisa konsisten kami jalankan dan kembangkan. Dengan pelaksanaan Plus-E, memberikan hasil positif dengan terukurnya performance setiap lokasi kerja, sehingga dapat dijadikan rekomendasi untuk perbaikan yang berkelanjutan. Ini juga menjadi pendukung business sustainability Pertamina Lubricants dalam menjalankan operasional dan HSSE Excellence untuk mencapai budaya HSSE Generative,” kata Sigit.***
Artikel Terkait
Pertamina Bersama ExxonMobil Jajaki Pengembangan Carbon Capture Storage Hub
Pertamina NRE dan VKTR Jalin Kerja Sama Percepat Transisi Kendaraan Listrik Publik di Indonesia
Raih Rating ESG Tertinggi di Indonesia untuk Sektor Utilitas, Pertamina Geothermal Energy Komitmen Dorong Keberlanjutan Bisnis
Penimbunan BBM Bersubsidi di Wonogiri Terungkap, Pertamina Dukung Penuh Langkah Polda Jateng
Pertamina Patra Niaga dan Indonesia BTR New Energi Material Bersatu untuk Transisi Energi Bersih