Hari Ini! PTBA Bagikan Dividen Rp4,58 Triliun, 75% dari Laba Tahun 2023

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Jumat, 7 Juni 2024 | 13:30 WIB
Ilustrasi. Produksi batu bara PTBA sepanjang tahun 2023 melampui target yang sebesar 41 Juta ton. (ptba.co.id)
Ilustrasi. Produksi batu bara PTBA sepanjang tahun 2023 melampui target yang sebesar 41 Juta ton. (ptba.co.id)

Kabar BUMN - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) membagikan dividen tunai dari tahun buku 2023 dengan nilai total Rp4,58 triliun atau Rp397,712 per lembar saham pada Jumat (7/6/2024).

Pembagian dividen ini sesuai keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk Tahun Buku 2023 yang digelar pada 8 Mei 2024.

“PT Bukit Asam Tbk membagikan 75 persen laba tahun berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk tahun buku 2023 sebagai dividen," kata Corporate Secretary PT Bukit Asam Tbk Niko Chandra.

Baca Juga: Satu Kegiatan Mampu Hadirkan Beberapa Manfaat, PTBA Konsisten Rehabilitasi DAS di Bukit Menoreh

Dividen tunai dibagikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham Perseroan pada 22 Mei 2024 atau recording date.

Sepanjang tahun 2023, PTBA mencatatkan pendapatan sebesar Rp38,49 triliun, sehingga mampu mencetak laba bersih Rp6,11 triliun.

"Pencapaian positif ini merupakan hasil dari upaya perseroan dalam meningkatkan kinerja operasional sepanjang 2023," ujar Niko.

Baca Juga: Dari Desa Usaha Percetakan dan Konveksi Mitra Binaan PTBA Kini Tembus Pasar Nasional

Total produksi dan pembelian batu bara PTBA pada Januari-Desember 2023 mencapai 41,94 juta ton, tumbuh 13 persen dibanding tahun 2022 yang sebesar 37,14 juta ton.

Capaian produksi tersebut berhasil melampaui target sebesar 41,04 juta ton yang ditetapkan pada awal tahun 2023.

Kenaikan produksi ini juga diikuti dengan peningkatan volume penjualan batu bara menjadi 36,97 juta ton, naik 17 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Baca Juga: Januari-Maret 2024, PTBA Catatkan Produksi 7,3 Ton Batu Bara, Tumbuh 7% dari Periode Sama Tahun Sebelumnya

PTBA mencatat penjualan ekspor sebesar 15,57 juta ton atau naik 25 persen dibanding tahun 2022. Sementara penjualan domestik tercatat sebesar 21,40 juta ton atau tumbuh 12 persen secara tahunan.

"Hal ini menjadi modal bagi perseroan untuk terus menjalankan operasional bisnis secara berkelanjutan," tutup Niko.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini