Sambut Natal dan Tahun Baru di Sulawesi Utara & Gorontalo, PGE Siapkan Pasokan Listrik

Photo Author
Redaksi, Kabar BUMN
- Kamis, 30 Desember 2021 | 12:14 WIB
PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Lahendong, Sulawesi Utara, memastikan kesiapan pasokan energi listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dan lapangan uap panas bumi PGE sebesar 120 MW di akhir Desember ini. Penyediaan energi listrik ini dimaksudkan untuk menopang kebutuhan listrik di kawasan Sulawesi Utara dan Gorontalo pada libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 kali ini. Ahmad Yani, selaku General Manager PT Pertamina Geothermal Energy, juga menyampaikan bahwa rangkaian Natal dan Tahun Baru merupakan agenda penting bagi masyarakat Sulawesi Utara dan Gorontalo, sehingga penting untuk PGE menyediakan pasokan energi listrik yang memadai untuk bagi masyarakat di masa tersebut. Bagi Ahmad Yani, merupakan kewajiban PT Pertamina Geothermal Energy untuk memastikan agenda tersebut berjalan lancar dengan menyediakan pasokan listrik dari energi geothermal “Pada periode Desember 2021 ini pembangkitan harian dari PLTP dan lapangan uap PGE mencapai 118 MW dari daya mampu sebesar 120 MW, di sisi lain kami juga berkoordinasi intens dengan PT PLN (Persero) untuk sinergi dalam hal penyediaan kebutuhan listrik masyarakat Sulawesi Utara yang optimal,” ujar Ahmad. Selain itu, Ahmad Yani juga menambahkan bahwa Operational Excellence yang selama ini dijalankan oleh PT Pertamina Geothermal Energy telah menerapkan Risk Based Maintenance. Hal ini dimaksudkan agar PT Pertamina Geothermal Energy dapat menghasilkan maintenance asset yang reliable. Hal ini juga telah ditunjukkan dengan kesiapan 2 (dua) Unit backup Unit Auxiliary Transformer (UAT) untuk menjamin availability dan reliability dari PLTP Unit 5 & 6 milik PT Pertamina Geothermal Energy. Dengan telah siaganya kedua unit UAT tersebut, maka dapat menjamin kehandalan pasokan listrik dari PLTP Unit 5 & 6 PT Pertamina Geothermal Energy.   Selain itu, PT Pertamina Geothermal Energy juga telah mewujudkan dukungan dan komitmen PT PGE terhadap goal ke-tujuh SDGs (Sustainable Development Goals) yaitu memastikan akses energi yang terjangkau, dapat diandalkan, berkelanjutan, dan modern bagi semua (affordable and clean energy). Dukungan dan komitmen tersebut terbukti dalam pengembangan dan penyediaan energi panas bumi yang dilakukan PT Pertamina Geothermal Energy. Selain sebagai bentuk komitmen untuk goals ke-tujuh dari SDGs tersebut, hal ini juga merupakan bentuk komitmen PT PGE dalam menerapkan aspek environment, social, dan governance (ESG) dalam setiap aspek bisnisnya. PGE Area Lahendong sendiri saat ini sudah memiliki kapasitas pembangkitan sebesar 120 MW yang dapat menopang kurang lebih 28% kebutuhan listrik masyarakat di Sulawesi Utara dan Gorontalo dari sumber energi ramah lingkungan yaitu energi panas bumi atau geothermal. Saat ini, Indonesia juga tengah berada pada peringkat kedua pengembangan panas bumi di dunia dengan total kapasitas terpasang sebesar 2.133 MW. Sedangkan kontribusi dari Wilayah Kerja PT Pertamina Geothermal Energy sendiri sebesar 88 persen dari total kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia. Daat tersebut terdiri dari 672 MW yang dioperasikan sendiri dan 1.205 MW yang dilaksanakan melalui Kontrak Operasi Bersama.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Terkini