Pertamina Sukseskan Perkembangan Mahasiswa dengan Meluncurkan Program Inkubator Karir

Photo Author
Redaksi, Kabar BUMN
- Rabu, 17 November 2021 | 14:00 WIB
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) meluncurkan program bernama Inkubator Karir PHR guna membantu mahasiswa Riau menentukan pilihan karir yang tepat. Para peserta dibekali berbagai keterampilan dasar untuk mengenali minat dan potensi diri, meningkatkan soft skill, serta mengembangkan diri agar berdaya saing di dunia kerja maupun wirausaha. “Program ini diharapkan dapat mendukung upaya peningkatan kualitas SDM di Riau sehingga memiliki daya saing yang lebih tinggi.” kata Gubernur Riau dalam sambutan yang dibacakan Asisten III Setda Provinsi Riau Syahrial Abdi dalam acara peluncuran Program Inkubator Karir di Pekanbaru, Riau, pada Selasa (9/11) lalu. Peluncuran program juga dihadiri oleh Danrem 031 Wirabima, Brigadir Jenderal TNI M. Syech Ismed, Rektor Universitas Riau, Prof. Dr. Ir. Aras Mulyadi, M.Sc, dan Direktur Utama PHR Jaffee A. Suardin. Kepala SKK Migas Sumbagut, Rikky Rahmat Firdaus juga turut bergabung secara daring. PHR menggandeng Pusat Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Universitas Riau (P2K2 Unri) sebagai mitra pelaksana program ini. Sebagai tahap awal, Program Inkubator Karir ini diikuti 20 mahasiswa terpilih dari masyarakat adat tempatan Sakai. Mereka merupakan penerima beasiswa dari PHR yang saat ini sedang kuliah di semester 1 hingga 10. Hasil evaluasi dari program tahap awal ini akan menjadi masukan berharga bagi kelanjutan program serupa di tahun-tahun berikutnya. ”Menghadapi era revolusi industri 4.0 dan juga bonus demografi di tahun 2030, upaya peningkatan kualitas SDM menjadi tuntutan perkembangan zaman. Program Inkubator Karir ini merupakan inovasi kami agar memberikan manfaat yang berkelanjutan dan bernilai tambah bagi masyarakat.” kata Dirut PHR, Jaffee A. Suardin. Program ini merupakan wujud komitmen Pertamina untuk berkolaborasi dan berkontribusi terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas SDM setempat. Bidang pendidikan, kata Jaffee, merupakan salah satu tema utama dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PHR. Program Inkubator Karir PHR diawali dengan kegiatan workshop selama lima hari. Para peserta akan mendapatkan materi seputar wawasan kebangsaan, peningkatan kemampuan berkomunikasi, pembentukan reputasi dan pengembangan diri, serta kewirausahaan. Mereka akan dibimbing oleh para mentor dan ahli dari P2K2 UNRI, Neuro-linguistic Programming (NLP), Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), dan juga pihak TNI. Setelah mengikuti workshop, para peserta akan dipantau secara daring selama kurang lebih 20 hari ke depan. Pemantauan tersebut bertujuan melihat perkembangan dan gambaran tentang pembentukan perilaku positif para peserta. Hasil dari pemantauan alumni program berupa pelaporan dan penelusuran rekam jejak/kegiatan para lulusan program ini. “Kami merasa tersanjung dengan bantuan dan kepedulian PHR kepada masyarakat Sakai. Hal ini tentunya memacu semangat kami untuk bersaing dan berkembang menjadi lebih baik kedepannya,” kata Mohamad Agar Kalipke, tokoh adat masyarakat Sakai yang hadir bersama tokoh adat lainnya. Setelah mengikuti program ini, para peserta diharapkan lebih percaya diri dalam menentukan pilihan karir dan membangun perilaku positif agar semakin berdaya saing di dunia yang kian kompetitif. Kegiatan di bidang pendidikan lainnya yang dilaksanakan PHR beberapa waktu lalu adalah pelaksanaan Webinar Antarbangsa 2021 Bibliotourism Maklumat dan Pelancongan yang ditaja oleh Sekolah Tinggi Pariwisata Riau bekerja sama dengan Fakulti Pengurusan Maklumat Universiti Teknologi Mara (UiTM), Malaysia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Terkini