PT Pertamina Geothermal Energi (PGE) bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melakukan studi penelitian sistem pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) skala kecil berkapasitas 3 MW di Kamojang, Jawa Barat.
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGE Tafif Azimudin mengatakan, kerja sama ini merupakan komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan teknologi dalam negeri, khususnya energi panas bumi (geothermal).
Kerja sama tersebut dituangkan dalam Nota Kesepahaman (MoU) antara PGE dan BPPT. "Selama ini teknologi geothermal berasal dari luar negeri dengan MoU ini, maka PGE dan BPPT memiliki komitmen untuk membangun kemampuan teknologi small scale geothermal di Indonesia mengingat 40 persen cadangan panas bumi dunia ada di Indonesia," kata Tafif pada Jumat (24/9).
Terdapat 2 ruang lingkup dalam kerja sama ini. Pertama, pengujian kinerja (performance dan durability) PLTP 3 MW termasuk sinkronisasi PLTP 3 MW ke jalur distribusi 20 kV milik PT PLN (Persero). Kedua, menjadikan PLTP 3 MW sebagai sarana penelitian dan capacity building bagi peneliti untuk mewujudkan lapangan panas bumi Kamojang sebagai Geothermal Center of Excellence.
Dijelaskan Tafif, kegiatan tersebut difokuskan untuk mengembangkan sumber panas bumi di wilayah Indonesia, khususnya small scale geothermal, sehingga RUKL (Rencana Umum Ketenagalistrikan) dalam mencapai bauran energi terutama sumber energi panas bumi yang dicanangkan pemerintah tercapai.
Pemerintah menargetkan porsi Energi Baru Terbarukan (EBT) pada bauran energi sebesar 23% pada 2025 kemudian naik menjadi 31% pada 2050. Dalam pelaksanaannya, pemerintah juga terus meningkatkan angka Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di setiap pembangkit listrik. Untuk itu, kerja sama dengan BPPT ini bisa menjadi jalan dalam meningkatkan angka TKDN.
Dengan semakin bertambahnya komponen karya anak bangsa yang diimplementasikan di setiap pembangkit, secara langsung juga menjadi titik loncat industri manufaktur di Indonesia. "Tujuan lain dari program kerja sama dengan BPPT ini, yaitu mampu mendorong kemajuan industri manufaktur beserta komponen lainnya di dalam negeri ketika penelitian ini masuk dalam tahap komersial," ungkap Tafif.
Dia menambahkan, tujuan kerja sama ini juga bagian dari tanggung jawab PGE dalam Environment, Social, and Governance (ESG). Khususnya dari sisi environment (lingkungan) sebagai wujud dukungan PGE terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan pemanfaatan energi panas bumi yang ramah lingkungan.
Di samping itu juga mewujudkan memenuhi komitmen goal ketujuh SDGs (Sustainable Development Goals), yakni memastikan akses energi yang terjangkau, dapat diandalkan, berkelanjutan, dan modern bagi semua (affordable and clean energy).
PGE sebagai bagian dari Subholding Power & Renewable Energy (PNRE) selalu berkomitmen dalam pengembangan energi baru dan terbarukan sebagai energi masa depan. Melalui inovasi-inovasi yang dilaksanakan, Subholding PNRE terus berupaya mendukung pemerintah dalam memenuhi target bauran energi yang tertuang di dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN).
Salah satunya, mengoptimalkan cadangan energi panas bumi Indonesia. Sebagai catatan, panas bumi di Indonesia merupakan peringkat dua terbesar di dunia. Hingga saat ini, kapasitas terpasang panas bumi PGE sebesar 672 MW (own operation) dan 1.205 (joint operation contract) dari 15 wilayah kerja yang tersebar di seluruh Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Editor: Redaksi
Terkini
Kamis, 4 Juni 2026 | 16:30 WIB
Kamis, 4 Juni 2026 | 15:00 WIB
Kamis, 4 Juni 2026 | 14:30 WIB
Kamis, 4 Juni 2026 | 13:30 WIB
Kamis, 4 Juni 2026 | 13:00 WIB
Kamis, 4 Juni 2026 | 12:45 WIB
Kamis, 4 Juni 2026 | 09:30 WIB
Kamis, 4 Juni 2026 | 08:45 WIB
Kamis, 4 Juni 2026 | 08:00 WIB
Kamis, 4 Juni 2026 | 07:45 WIB
Kamis, 4 Juni 2026 | 07:30 WIB
Kamis, 4 Juni 2026 | 06:45 WIB
Kamis, 4 Juni 2026 | 06:30 WIB
Kamis, 4 Juni 2026 | 06:00 WIB
Rabu, 3 Juni 2026 | 21:30 WIB
Rabu, 3 Juni 2026 | 20:30 WIB
Rabu, 3 Juni 2026 | 19:30 WIB
Rabu, 3 Juni 2026 | 19:00 WIB
Rabu, 3 Juni 2026 | 18:00 WIB
Rabu, 3 Juni 2026 | 16:30 WIB