PLN Peduli Wujudkan Kopi Nipah Panjang Lewati Sungai Menembus Pasar

Photo Author
Redaksi, Kabar BUMN
- Selasa, 14 September 2021 | 17:50 WIB
Industri kuliner berkembang pesat di Indonesia. Usaha cafe pun menjamur hampir di setiap daerah. Kebutuhan akan pasokan kopi pun meningkat tajam. Tak sedikit pengusaha kuliner mencari bahan dari dalam negeri yang juga bisa diadu untuk urusan kualitas, seperti kopi yang ditanam di Desa Nipah Panjang. PT PLN (Persero) melalui program PLN Peduli pun melihat kesempatan untuk membantu produsen kopi lokal yang berkualitas. Terkenal dengan tanaman kopi bernilai ekonomis, desa yang terletak di Kecamatan batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat ini menjadi sorotan PT PLN (Persero). Perusahaan ini mendukung perekonomian masyarakatnya dengan melakukan perjalanan menantang, menggelar program PLN Peduli. PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat (UIP KLB) menyalurkan bantuan alat pengolah kopi ke desa Nipah Panjang lewat program PLN Peduli ini. Hal ini bertujuan agar UMKM kopi di desa tersebut bisa lebih produktif sehingga dapat memenuhi permintaan konsumen yang cukup tinggi. "Mesin penyangrai kopi ini merupakan hasil kerja sama antara PLN UIP KLB dengan Laboratorium Sistem Manufaktur, Jurusan Teknik Industri, Universitas Tanjungpura. Hal ini merupakan salah satu tindak lanjut atas MoU antara PLN dan UNTAN pada Juni lalu tentang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kepada Masyarakat," ungkap General Manager PLN UIP KLB, Didik Mardiyanto.  Didik Mardiyanto juga menyebut bahwa tak mudah membawa mesin dengan bobot ratusan kilogram lewat jalur sungai. Peralatan produksi kopi bubuk ini diantar langsung oleh PLN dari Pontianak ke lokasi penerima. Inilah yang disebut perjalanan menantang PLN Peduli itu. Beruntungnya, warga desa sangat antusias dan mau ikut membantu pengangkutan mesin sampai lokasi rumah produksi Kopi Desa. "Kami ingin usaha masyarakat dapat terus tumbuh dan berkembang terlebih saat masa pandemi seperti sekarang ini. PLN terus berupaya untuk memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar dan juga untuk terus menghasilkan listrik yang andal dan berkualitas untuk masyarakat," ujarnya. Salah satu pelaku usaha kopi Desa Nipah Panjang, Munawarah (57) mengisahkan bahwa selama tujuh tahun terakhir ini ia dan para ibu lainnya belum pernah menerima bantuan dalam menjalankan usaha, apalagi peralatan mesin pengolahan kopi seperti yang diberikan dalam program PLN Peduli ini. Selama ini, mereka menggunakan kayu bakar saat menyangrai biji kopi. Terbatasnya alat dan bahan ini yang membuat para pelaku usaha kopi Desa Nipah Panjang sulit untuk memenuhi permintaan konsumen. Pasalnya, asap dan panas api selama proses produksi disebut terlalu tinggi sehingga kadang menyulitkan produksi dalam skala lebih besar. "Alhamdulillah sekarang produksi kami bisa meningkat karena waktu memasak biji kopi yang lebih cepat. Selain itu, dengan mesin ini ibu-ibu bisa lebih santai dan tidak kepanasan," ujar Munawarah seraya tertawa. Kelompok usaha Kopi di Desa Nipah Panjang ini terdiri dari 10 orang ibu yang selama ini mengolah biji kopi lokal jenis liberica yang dicampur dengan beras lokal dari Dusun Sungai Pandan. Selain itu, ada pula satu orang pria yang bertugas di bidang pemasarannya. Munawarah mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan PLN untuk para pengusaha kopi Nipah Panjang. "Mudah-mudahan PLN semakin maju kedepannya dan juga lebih bermanfaat untuk kita di seluruh Indonesia," ungkapnya.  Dalam rencananya, PLN tak hanya akan mendukung lewat PLN Peduli dengan memberikan bantuan peralatan. Perusahaan milik negara ini juga akan mendukung sertifikasi halal produk kopi ini untuk meningkatkan nilai ekonomisnya. Faruq berharap proses sertifikasi halal ini berjalan lancar, sehingga para produsen dapat memasarkan produknya lebih luas lagi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Terkini