Subholding Upstream Pertamina Hadirkan Program Data Reprocessing Seismik 2D Cubed Seluas 270.000 KM2

Photo Author
Redaksi, Kabar BUMN
- Kamis, 20 Januari 2022 | 16:50 WIB

Seismik adalah tahapan awal dari rangkaian proses bisnis di sektor hulu minyak dan gas bumi. Hal tersebut merupakan bentuk upaya Pertamina yang terus melakukan penjagaan keberlangsungan penyedia energi untuk negeri melalui aktivitas Seismik.  Setelah aktifitas Seismik dilaksanakan, data Seismik kemudian diolah untuk mendapatkan informasi yang detail mengenai data keberadaan potensi minyak dan gas bumi di bawah permukaan bumi sesuai perkembangan teknologi terbaru melalu metode 2D Cubed. "Kami bersyukur kami sampai pada tahapan kickoff 2D Cubed (Pseudo 3D) Seismic Reprocessing setelah melalui tahapan yang panjang. Kami percaya dengan dilakukannya Data Reprocessing ini akan membawa peluang besar untuk pencarian cadangan minyak dan gas bumi di Indonesia", ungkap Medi Kurniawan, Direktur Eksplorasi dan Penemuan Baru PT Pertamina Hulu Energi selaku Subholding Upstream Pertamina. Selanjutnya, Medi menambahkan bahwa ini adalah lanjutan dari Komitmen Kerja Pasti PHE Jambi Merang di area terbuka, yang juga terbesar ke 3 se-Asia Pasific dalam pengelolaan 3D Pseudo Seismic Program dengan luasan area mencapai 270.000 KM2, yang tersebar dari South Makassar hingga North Java - Bali - Lombok.  "Melalui upaya ini menunjukkan bahwa Pertamina berkomitmen untuk melakukan eksplorasi dengan menggunakan teknologi terbaik untuk Indonesia. Pertamina juga terbuka untuk melakukan partnership dalam menggunakan data 2D Cubed dalam melakukan kegiatan Eksplorasi selanjutnya di Indonesia", kata Agung Prasetyo, VP New Venture PT Pertamina Hulu Energi selaku Subholding Upstream Pertamina.  Pekerjaan ini, lanjut Agung akan dilakukan oleh TGS selaku perusahaan pengelola data energi di Industri minyak dan gas bumi dengan teknologi modern siap dan mampu untuk memberikan hasil pengolahan data. "Indonesia merupakan pemain kunci di industri minyak dan gas bumi global. Di mana produksi minyak dan gas bumi mengalami penurunan beberapa waktu terakhir. Namun demikian, terdapat potensi penemuan yang belum dikelola secara optimal. Melalui pengolahan Data Reprocessing dari potensi ini, diharapkan mampu menjawab tantangan yang dihadapi industri hulu migas di Indonesia", ungkap Agung.  Sementara itu, Shinta Damayanti, Kepala Divisi Eksplorasi SKK Migas, menyampaikan bahwa Data Reprocsesing yang dilakukan sekarang merupakan salah satu yang membuatnya bangga karena Pertamina telah menunjukkan keseriusannya dalam melaksanakan Komitmen Kerja Pasti di Area Terbuka. Di mana hal ini sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mendapatkan data terbaru guna menemukan Giant Discovery di masa yang akan datang.  Agus Cahyono Adi, Kepala Pusdatin Kementerian ESDM Republik Indonesia, menyampaikan bahwa ini adalah milestone yang bagus dalam rangka untuk mencari potensi migas yang ada di Indonesia.  "Ini merupakan kelanjutan dari kegiatan pioneer dan terobosan Pemerintah untuk memberikan kesempatan kepada KKKS untuk dapat berinvestasi di luar Wilayah Kerja dan bisa memperluas penggunaan dana di luar wilayah kerja eksisting", ujarnya.  Selanjutnya, dari aset data yang besar ini kita dapat lebih mengexplore terhadap data digital yang membutuhkan teknologi untuk bisa kita olah lebih lanjut. Kini tersedia Permen ESDM No 7 tahun 2019 tentang Pengelolaan dan Pemanfaatan Data Minyak dan Gas Bumi, yang memungkinkan semua pihak untuk dapat mengakses data dari mana saja untuk mengetahui sumber daya yang ada di Indonesia.  "Diharapkan dengan teknologi baru pemrosesan data 2D Cubed Seismik di area South Makassar - Jawa - Bali - Lombok ini dapat menarik investor dan bisa menemukan cadangan migas yang besar. Terima kasih kepada PHE dan SKKMigas semoga project ini berjalan dengan baik dan selesai tepat waktu sehingga dapat mengangkat potensi yang ada," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Terkini