PT Waskita Karya (Persero) Tbk pastikan proyek pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo selesai tepat waktu. Hal ini disampaikan saat kedatangan tamu dari Pemerintah Persatuan Emirat Arab (PEA) melalui Crown Prince Court (CPC) yang diwakili oleh Mohammed Ali Rashed Saeed Al Dhaheri dan Abdulla Essam Abdulla Ali Alhemeiri. Turut hadir jajaran dari Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka dalam kunjungan ini pada Senin, (24/10) lalu. Dalam kunjungan ini, CPC tidak hanya meninjau langsung ke lokasi pembangunan, namun juga ingin melakukan courtesy meeting dengan Walikota Surakarta dan Waskita Karya sebagai kontraktor pelaksana yang dilanjutkan dengan peninjauan lokasi yang direncanakan untuk pendirian Solo Islamic Center. Selain itu CPC juga mengunjungi pabrik terkait pengadaan aksesoris sanitasi, marmer, lift dan sebagainya. Rangkaian kegiatan ini berlangsung sejak 19 – 25 Januari 2022 dan tentu dengan memberlakukan protokol kesehatan yang sangat ketat. Kunjungan CPC ini tentu menjadi penting dikarenakan sebagai bagian dari proses pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo agar dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Hal ini juga terkait dengan rencana peresmian pada bulan Oktober/November 2022 serta kehadiran Sheikh Mohammed Bin Zayed Al Nahyan (MBZ), Putra Mahkota Abu Dhabi yang dirangkaikan dengan kunjungan MBZ ke Indonesia dalam pertemuan KTT G20 di Bali. Senior Vice President (SVP) Building Division, Anak Agung Gede Sumadi, yang didampingi Project Manager Indra Jaya Kusuma dan Adriansyah Perdana menyampaikan optimisme bahwa proyek ini akan selesai sesuai waktu yang telah direncanakan. “Sesuai paparan Project Manager tadi, progress proyek masih sesuai rencana 21,83 persen, dan saya tekankan ke tim proyek agar tetap fokus dan menjaga mutu pekerjaan,” ujar Agung. Sebelumnya diketahui bahwa Masjid Raya Sheikh Zayed Solo merupakan bentuk hibah dari Pemerintah Persatuan Emirat Arab (PEA) kepada Indonesia. Masjid ini dirancang mirip dengan Grand Mosque di Abu Dhabi, dengan empat menara menjulang, satu kubah utama, dikelilingi kubah-kubah kecil dan ornamen bangunan Timur Tengah. Masjid ini berdiri di atas tanah dengan luas area 24.600 meter persegi (m2) yang berfungsi sebagai lahan hijau, dengan luas bangunan 8.400 m2 dan daya tampung 12.000 jemaah. Masjid ini juga memiliki area parkir seluas 3.500 m2 yang dapat menampung ratusan kendaraan roda dua dan roda empat atau lebih.