Rute Terbaru untuk Keselamatan dan Pelayanan Pengguna KRL

Photo Author
Administrator, Kabar BUMN
- Rabu, 1 Juni 2022 | 18:20 WIB

Kabar BUMN -  PT Kereta Api Indonesia menegaskan bahwa rute terbaru bertujuan untuk meningkatkan keselamatan dan pelayanan perjalanan KRL Jabodetabek. Perubahan tersebut dilakukan dengan adanya pelaksanaan Switch Over (SO) ke-5 atau SO5 di Stasiun Manggarai oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

Hal itu ditegaskan oleh Didiek Hartantyo selaku Direktur Utama KAI. Menurutnya, perubahan pola operasi harus dilakukan, karena adanya pembangunan infrastuktur perkeretaapian yang bertujuan untuk meningkatkan keselamatan para pengguna KRL. Tujuan lainnya yaitu dalam rangka peningkatan pelayanan dimana pengguna KRL diprediksi akan terus bertambah jumlahnya.

Seperti diketahui, sebelum diberlakukannya SO5, pengguna KRL harus menyeberang rel ketika melakukan transit di Stasiun Manggarai, dimana hal tersebut sangat membahayakan. Namun saat ini, pengguna cukup naik dan turun menuju peron tujuan dengan menggunakan lift, eskalator, dan tangga manual. Adanya gedung baru ini juga membuat pengguna KRL lebih nyaman saat berpindah jalur serta menunggu kedatangan KRL di peron yang lebih luas.

Pemberlakuan SO5 ini sudah dilakukan sejak 28 Mei silam. Meski terjadi kepadatan pada perubahan pola operasi KRL di hari pertama, situasi Stasiun Manggarai dan arus pengguna KRL sudah mulai terkendali,  setelah berbagai antisipasi yang dilakukan oleh KAI seperti pengoperasian KRL Feeder relasi Manggarai-Angke/Kampung Bandan pp di jalur 7 pada jam-jam sibuk dan KRL tujuan Bekasi/Cikarang dari Tanah Abang di jalur 9, penambahan petugas untuk mendampingi dan mengarahkan, perbaikan pola operasi dan stabling KRL, serta pengoptimalan rangkaian KRL.

“PT KAI telah menambah petugas dan menyiapkan papan petunjuk arah untuk mengarahkan, mengatur antrean, serta membantu menjelaskan kepada pengguna KRL yang masih kebingungan. Kami juga mengimbau kepada seluruh pengguna KRL untuk dapat beradaptasi dengan pola operasi baru ini, misalnya dengan berangkat lebih awal,” jelas Didiek.

Selain itu, pengguna KRL juga dapat menggunakan rute KRL alternatif untuk menuju stasiun tujuan, misalnya menuju Kampung Bandan terlebih dahulu lalu ke Jakarta Kota. Selain itu, pengguna KRL juga dapat memanfaatkan layanan transportasi terintegrasi pada beberapa stasiun yang sudah terkoneksi dengan Bus Transjakarta seperti Stasiun Tebet, Klender, Duren Kalibata, dan lainnya.

Pengguna KRL juga harus tetap selalu mengikuti arahan petugas dan menjaga protokol kesehatan serta mengawasi barang bawaan masing-masing. “Kami telah melakukan persiapan semaksimal mungkin dalam rangka pengaturan pengguna KRL di stasiun dan kereta. Evaluasi juga dilakukan secara rutin serta menerapkan langkah-langkah antisipasi agar pelayanan KRL dapat berjalan semakin lancar dan tertib,” tutup Didiek.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Terkini