Fitur Terbaru Google Maps, Bisa Cek Kualitas Udara!

Photo Author
Redaksi, Kabar BUMN
- Selasa, 14 Juni 2022 | 10:41 WIB

Kabar BUMN -  Tak hanya digunakan sebagai petunjuk arah. Kini Google Maps juga bisa digunakan untuk melihat kualitas udara di suatu wilayah. Fitur baru dari Google Maps tersebut bernama Air Quality. Bagaimana cara menggunakan fitur ini?

Kalau biasanya Google Maps kita gunakan sebagai petunjuk arah jalan. Kali ini Google Maps mengeluarkan inovasi baru pada aplikasinya. Fitur ini dapat digunakan untuk mengecek indeks kualitas udara (air quality index/AQI) pada suatu daerah.

Fitur pengecekan kualitas udara ini telah diuji coba sejak 2021. Fitur tersebut kini sudah bisa digunakan semua pengguna Google Maps. Baik untuk pengguna Android maupun iOS.

Untuk mengaksesnya, Anda bisa menjangkau tombol "Layer" di sisi kanan tampilan Google Maps, atau di bawah kolom pencarian. Dari situ, Anda akan diarahkan ke beragam opsi tampilan Maps, seperti tampilan dari satelit, street view, dan sebagainya.

Nah, fitur pengecekan kualitas udara (Air Quality) berada di sudut kanan bawah. Ketika opsi Air Quality dipilih, tampilan Maps akan mengecil (zoom out), dan jika wilayah tersebut dapat dijangkau fitur ini maka akan terdapat titik-titik berwarna hijau, merah dan sebagainya sebagai kode kualitas udara di Maps.

Arti Warna Air Quality Google Maps

Terdapat lima kode warna yang ada pada fitur pengecekan kualitas udara di Google Maps untuk menandai indeks kualitas udara, yaitu hijau, kuning, oranye, merah dan merah hati. Adapun metrik indeks tersebut tampaknya disesuaikan dengan metrik yang digunakan setiap negara.

Ketika Maps diarahkan ke wilayah tertentu, nantinya kita akan melihat berbagai kode yang menunjukkan indeks kualitas udara di area terkait. Misal, jika di Google Maps terdapat banyak kode berwarna hijau, artinya kualitas udara di wilayah tersebut dinilai bagus.

Data kualitas udara ini diambil Google dari badan pemerintah terpercaya, termasuk the Environmental Protection Agency (EPA). Google Maps juga akan menunjukkan informasi kualitas udara dari PurpleAir, jaringan sensor rendah biaya.

Meski demikian, ketika opsi Air Quality dicoba di Indonesia, belum ada kode warna yang muncul. Keterangan yang muncul menyebutkan "Tidak ada informasi di area ini. Tidak ada laporan data kualitas udara untuk arena ini".

Beberapa negara yang sudah bisa merasakan manfaat dari fitur ini antara lain Amerika Serikat, Inggris, India, dan Australia. Jadi, kita harus bersabar untuk menikmati fitur terbaru dari Google Maps satu ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Terkini