Pertamax Turbo, Pertamina Dex. dan Dexlite Naik, Ini Alasannya

Photo Author
Administrator, Kabar BUMN
- Rabu, 3 Agustus 2022 | 20:42 WIB

Kabar BUMN - PT Pertamina kembali menaikkan harga untuk Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite mulai hari ini, 3 Agustus 2022. Kenaikan ini terjadi karena ketiganya merupakan BBM non-subsidi yang harganya sangat fluktuatif mengikuti harga terkini dari minyak dan gas global atau penyesuain Indonesia Crude Price (ICP).

Harga ICP per Juli 2022 saat ini mencapai USD 106 per barrel atau masih lebih tinggi ketimbang awal tahun lalu. Adanya kenaikan ini membuat Pertamax Turbo (RON 98) dijual seharga Rp17.900 per liter, Pertamina Dex (CN 53) menjadi Rp18.900 per liter, dan Dexlite (CN 51) dihargai Rp17.800 per liter.

Sementara itu, harga Pertamax (RON 92) dan Pertalite masih sama yaitu masing-masing Rp12.500 per liter dan Rp7.650 per liter. Selain itu, pemerintah juga semakin berupaya untuk membuat BBM subsidi agar tepat sasaran. Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencatat sebanyak 7 juta unit mobil tak boleh memakai Pertalite.

Mobil-mobil tersebut merupakan jenis yang memiliki spesifikasi mesin 1500-2000 cc. Larangan itu dikarenakan, mobil-mobil itu memiliki kapasitas mesin besar dan harga yang mahal. Tak hanya itu, pemilik mobil dianggap mampu untuk membeli mobil mahal seharusnya juga menyiapkan anggaran untuk membeli BBM non-subsidi.

Oleh karena itu, penyaluran BBM subsidi dapat lebih tepat sasaran melalui aplikasi MyPertamina. Penyaluran yang tepat sasaran ini juga berkaitan ketersediaan pertalite. Pemerintah berusaha mendistribusikan 23,5 juta kilo liter Pertalite ke seluruh Indonesia pada tahun ini.

Tak hanya itu, perkiraan BPH Migas jika konsumsi pertalite naik 10% maka jumlah pertalite yang dibutuhkan adalah 25 juta kilo liter. Jika naiknya 20% maka kebutuhannya mencapai 28 juta kilo liter. Jumlah ini jauh di atas ketersediaan pertalite yang dialokasikan. Untuk itu distribusi pembeliannya harus benar-benar diatur dengan baik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Terkini