SIG Gelar Pelatihan Bikin Kue di Gresik

Photo Author
Administrator, Kabar BUMN
- Minggu, 28 Agustus 2022 | 13:33 WIB
SIG Gelar Pelatihan Bikin Kue Gratis
SIG Gelar Pelatihan Bikin Kue Gratis

Kabar BUMN - PT Semen Indonesia (SIG) melalui program SIG Mandiri menggelar pelatihan pembuatan kue untuk 100 ibu rumah tangga yang ada di Desa Sidorukun, Kramatinggil, Kelurahan Sidomoro, Singosari, Gending, Kabupaten Gresik. Kegiatan ini merupakan upaya dari SIG untuk meningkatkan keahlian dalam pembuatan kue serta upaya membuka peluang usaha guna menambah penghasilan keluarga.

Pelatihan digelar secara bertahap sejak 10 Agustus sampai 7 September mendatang di masing-masing kantor kelurahan dan desa. Pelatihan menghadirkan trainer dari Eva Cake and Bakery Gresik. Pelatihan yang diberikan diantaranya teori dasar membuat kue serta praktik pembuatan aneka cake seperti kue brownies, spikoe, lapis surabaya, roti roll, serta donat.

Selain itu, SIG juga memberikan bantuan 100 oven dan mixer kepada para peserta senilai Rp300 juta. Edy Saraya selaku General Manager of CSR SIG menjelaskan, program pemberdayaan ini selaras dengan tema Kemerdekaan Republik Indonesia yakni Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat. “Kami berharap ibu rumah tangga yang selama ini terimbas COVID-19 dapat bangkit bahkan lebih kuat, karena mereka memiliki harapan baru yakni memiliki usaha produksi kue,” ujar Edy Saraya.

Menurut Edy Saraya, Perusahaan memberikan bantuan oven dan mixer agar peserta dapat langsung mengimplementasikan ilmu yang didapat dalam pelatihan. “SIG akan terus mendampingi usaha ibu rumah tangga ini ketika nantinya usaha mereka berkembang, dengan memberikan pelatihan pengemasan, pemasaran menggunakan platform digital dan memfasilitasi kepengurusan sertifikat halal dan BPOM bagi produknya,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro, Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gresik, Fransiska Dyah Ayu mengapresiasi dan berterima kasih kapada SIG yang telah telah membantu pemerintah daerah. “Kabupaten Gresik memiliki sekitar 61 ribu UMKM, dan bisa muncul potensi UMKM baru dari ibu-ibu yang mengikuti pelatihan ini”, ujarnya.

Fransiska Dyah Ayu berharap sinergi pemerintah daerah dan SIG dapat berlanjut karena beberapa daerah di Kabupaten Gresik memiliki potensi ekonomi yang besar seperti potensi perikanan di pulau Bawean yang belum tersentuh. ”Kami berhadap mereka dapat mendapat kesempatan yang sama agar dapat berkembang dan sejahtera,” katanya.

Adanya pelatihan disambut baik oleh salah satu peserta yakni Sunarti, ibu rumah tangga asal Desa Sidorukun Gresik. Menurutnya, pelatihan ini menjadi pengalaman berharga baginya. “Semoga nantinya selepas dari pelatihan, berbekal alat yang diberikan, kami bisa mempraktikkan ilmu yang didapat untuk memulai usaha agar bisa menambah penghasilan keluarga,” ujar Sunarti.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Terkini