ini Upaya Bandara Kualanamu Tingkatkan Kapasitas dan Kenyamanan Penumpang

Photo Author
Administrator, Kabar BUMN
- Senin, 26 September 2022 | 20:16 WIB
ini Upaya Bandara Kualanamu Tingkatkan Kapasitas dan Kenyamanan Penumpang
ini Upaya Bandara Kualanamu Tingkatkan Kapasitas dan Kenyamanan Penumpang

Kabar BUMN - Bandara Kualanamu disiapkan menjadi bandara hub penerbangan internasional di wilayah barat Indonesia. Oleh karena itu, Bandara Kualanamu berupaya untuk meningkatkan market share, mempercepat pengembangan rute internasional, mengembangkan kapasitas; mewujudkan kawasan Aerocity, dan meningkatkan kapasitas SDM.

Untuk merealisasikannya, PT Angkasa Pura II melalui anak usahanya yakni PT Angkasa Pura Aviasi selaku pengelola Bandara Kualanamu tengah melakukan penataan, pengembangan terminal  dan perbaikan total seluruh fasilitas guna memastikan kenyamanan traveler dan meraih target-target yang diberikan. Adapun upaya yang dilakukan adalah menjalankan beberapa program, berikut programnya:

Program ICA

Program Immediate Capacity Augmented (ICA) sebagai upaya meningkatkan kapasitas terminal penumpang dalam waktu singkat. Peningkatan kapasitas terminal secara cepat diperlukan untuk mengakomodir pertumbuhan rute internasional yang cepat sehingga memastikan kelancaran flow di area domestik dan internasional.

“Program ICA merupakan inovasi untuk meningkatkan kapasitas terminal secara cepat sebelum dilakukan program pengembangan terminal yang lebih besar. Ini dilakukan dengan penataan ulang terminal domestik dan internasional melalui maksimalisasi dan optimalisasi aset yang ada untuk memastikan kenyamanan penumpang pesawat.” tutur Muhammad Awaluddin selaku President Director AP II.

Lebih lanjut Awaluddin mengatakan bahwa tak hanya peningkatan kapasitas terminal, program ICA juga akan menyentuh redesign dari desain interior sehingga Bandara Kualanamu akan terlihat berbeda dan lebih baik dari sebelumnya. “Saat ini permintaan penerbangan internasional dari dan ke Bandara Kualanamu sudah cukup tinggi. Program AP II menjadikan Bandara Kualanamu sebagai hub internasional direspons baik,” tuturnya.

Awaluddin menambahkan, sejumlah maskapai menyatakan kesiapannya. Saat ini pun Lion Air sudah menjadikan Bandara Kualanamu sebagai hub internasional untuk penerbangan umrah, di mana jemaah umrah dari kota-kota lain di Sumatera yang menggunakan Lion Air akan dipusatkan keberangkatannya di Bandara Kualanamu untuk menuju Jeddah.

Peningkatan kapasitas lewat ICA
Achmad Rifai selaku Direktur Utama PT Angkasa Pura Aviasi mengungkapkan, melalui program ICA maka kapasitas Bandara Kualanamu dapat ditingkatkan. “Kapasitas total terminal ditingkatkan menjadi 15 juta penumpang pada 2024. Adapun area terminal domestik dan internasional akan lebih luas, sehingga total luas terminal menjadi 108.150 meter persegi dari saat ini 103.650 meter persegi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Achmad Rifai menuturkan bahwa ini sejalan dengan program ICA seperti sejumlah fasilitas moderen juga akan diterapkan di terminal domestik maupun internasional. Salah satu fasilitas baru dan modern adalah Automated Tray Retrieval Systems (ATRS) di titik security check point (SCP) untuk pengelolaan tray atau baki secara otomatis. 

Tak hanya itu, peningkatan kapasitas sistem teknologi informasi dan komunikasi termasuk infrastruktur Airport Operational Database (AODB). “Saat ini juga tengah dijalankan berbagai program untuk meningkatkan kenyamanan penumpang, antara lain beautifikasi terminal dan perbaikan total seluruh fasilitas,” jelasnya.

Achmad Rifai menambahkan bahwa perbaikan total seluruh fasilitas mencakup toilet, customer service desk/information desk, penggantian lantai di beberapa titik, perbaikan area bermain anak, perbaikan pos keamanan, perbaikan lokasi parkir kendaraan dan fasilitas-fasilitas lainnya untuk kenyamanan traveler.

Pengembangan bandara

Program ICA ini dijalankan sebelum dimulainya pengembangan Tahap I secara menyeluruh di Bandara Kualanamu. Pengembangan Tahap 1 akan memperluas terminal penumpang dari 108.150 meter persegi menjadi 163.944 meter persegi dengan kapaasitas hingga 20 juta penumpang per tahun. 

Kemudian, pengembangan Tahap 2 akan memperluas terminal menjadi 192.453 meter persegi dengan kapasitas 30 juta penumpang per tahun, Tahap 3 memperluas terminal menjadi 317.783 meter persegi dengan kapasitas 50 juta penumpang per tahun, dan Tahal 4 memperluas terminal menjadi 400.018 meter persegi dengan kapasitas 65 juta penumpang per tahun. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Terkini