Kabar BUMN - Seiring berkembangnya zaman, mobil listrik makin diminati banyak orang. Bahkan, mobil listrik disebut-sebut sebagai kendaraan di masa depan. Selain dinilai lebih ramah lingkungan, mobil listrik dilengkapi mesin dengan teknologi canggih.
Setelah beratus-ratusan tahun industri mobil bergantung dengan bahan bakar fosil; bensin. Namun saat ini banyak industri mobil mulai beralih ke penggunaan tenaga listrik. Bahkan, peralihan ini mulai diminati banyak orang di dunia, termasuk Indonesia.
Banyak yang bilang mobil listrik merupakan kendaraan masa depan. Karena dinilai lebih ramah lingkungan. Memang benar, sebab mobil listrik mengeluarkan nol persen gas karbon, sehingga lebih ramah lingkungan.
Kalau soal performa mesin pun tidak bisa dianggap remeh. Sebagai contoh, pada mobil Tesla Model S, mempunyai akselerasi maksimal dari 0-100 km/jam dalam waktu 3 detik!
Namun, memang tidak semua mobil yang dilabeli “mobil listrik” pure menggunakan listrik sebagai sumber tenaganya. Biar lebih paham mengenai seluk-beluk mobil listrik, berikut 4 jenis teknologi pada mesin mobil listrik yang harus Anda ketahui sebelum membeli.
HEV
Hybrid Electric Vehicle (HEV) adalah perpaduan antara mesin bensin dengan penggerak motor listrik. Jenis mobil listrik satu ini membutuhkan bensin untuk menggerakan mesin, sedangkan motor penggerak listrik mendapat energi dari baterai.
Teknologi mesin HEV tidak membutuhkan isi ulang listrik di stasiun pengisi. Karena daya baterai yang habis akan diisi lagi dengan energi dari mesin bensin. Daya baterai digunakan untuk menghidupkan AC, audio, dan lampu. Sedangkan, bahan bakar digunakan untuk mobilitas mobil agar bergerak.
PHEV
Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) juga masih memadukan mesin bahan bakar (combustion engine), dengan penggerak motor listrik. Bedanya, kalau baterai mobil PHEV habis, harus diisi melalui colokan listrik atau di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Keunggulan mobil jenis PHEV bisa mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Karena jenis mobil listrik satu ini bisa bergantung pada daya listrik saja. Bahkan, mobil berteknologi PHEV mempunyai ruang penyimpanan daya lebih besar, yakni 8-13 kWh. Sehingga mobil lebih efisien hingga 74 persen.
BEV
Jenis mobil listrik selanjutnya menggunakan teknologi Battery Electric Vehicle (BEV). Mobil ini benar-benar tidak menggunakan BBM. Jadi, moda penggerak mobil ini bergantung pada baterai lithium-ion yang bisa diisi ulang di SPKLU atau di rumah Anda sendiri.
Kelebihan jenis mobil listrik dengan teknologi BEV ini jauh lebih hemat dan lebih ramah lingkungan dibanding mobil listrik lain. Karena mobil ini hanya menggunakan energi listrik sebagai penggerak utama.