Kabar BUMN - PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) mendorong pelaku usaha berkolaborasi mewujudkan sistem logistik yang lebih ramah lingkungan.
Upaya penerapan green logistics dari KAI Logistik ini dalam rangka mendukung pengurangan emisi karbon.
Direktur Utama KAI Logistik, Fredi Firmansyah mengungkapkan, “Moda kereta api memiliki peran strategis dalam mendukung penerapan green logistics di sektor transportasi.”
Baca Juga: KAI Logistik Pastikan Kesiapan dan Keandalan Infrastuktur TBB Kramasan
KAI Logistik meyakini untuk menjaga komitmen terhadap green logistics, kolaborasi antara semua pihak industri, termasuk pelaku usaha, sangat penting dalam menciptakan solusi logistik yang berkelanjutan dan menguntungkan secara bisnis.
Pendekatan bisnis ramah lingkungan tidak hanya memberikan manfaat bagi planet, tetapi juga menghadirkan efisiensi dalam biaya operasional dan kinerja logistik.
Fredi menjelaskan, satu rangkaian kereta api kontainer mampu mengangkut hingga 30 gerbong datar, setara dengan 60 truk berkapasitas 20 ton.
Baca Juga: KAI Logistik Pastikan Kesiapan Layanan Logistik dalam Mendukung Pembangunan IKN
“Dengan beralih ke moda transportasi kereta api, kita tidak hanya membantu mengurangi emisi karbon, tetapi juga menjaga infrastruktur jalan dengan mengurangi beban berlebih. Pada sisi ekonomi, juga menekan biaya pemeliharaan jalan,” jelas Fredi.
Komitmen green logistics sendiri telah mendapatkan tanggapan positif dari para pelaku usaha yang semakin serius dalam memanfaatkan moda transportasi kereta api sebagai solusi logistik yang lebih ramah lingkungan.
Ini tercermin dari meningkatnya kinerja volume angkutan kontainer KAI Logistik hingga September 2024 yang mencapai sekitar 1,7 juta ton, meningkat sebesar 14% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2023 yaitu 1,5 juta ton.
Baca Juga: Triwulan III/2024, KAI Logistik Catatkan Pertumbuhan Volume Mencapai 7.619.168 Ton
“Kenaikan ini mengindikasikan bahwa pelaku usaha semakin tertarik untuk beralih ke transportasi yang lebih berkelanjutan, terutama pada rute-rute strategis seperti Trans-Jawa,” ungkap Fredi.
Di samping itu, KAI Logistik mencermati perkembangan kebijakan pajak karbon yang saat ini sedang dalam penggodokan dan dijadwalkan akan diberlakukan pada tahun 2025 mendatang.
Artikel Terkait
HUT ke-78, Melalui Program CSR BNI Go Green, BNI Tanam 78.000 Bibit Mangrove di Teluk Pangpang
Komitmen Terhadap Green Procurement, Pertamina Implementasikan Kepatuhan GCG Kepada Mitra Kerja di Vendor Day 2024
Kemenko Marves Bersama PLN Gaet Komunitas Global Melalui "Green Energy Buyers Dialogue"
Sambut HUT ke 55 Tahun, Elnusa Implementasikan Program Green Action Mangrove Conservation di TWA Muara Angke
Akselerasi Transisi Energi, PLN Jalin Kolaborasi Manfaatkan Green Ammonia untuk PLTU
PLTP Kamojang, Pembangkit Geothermal PLN Pertama di Asia Tenggara Penghasil Green Hydrogen