Optimalkan Produksi PLTA, PLN Nusantara Power Terapkan Teknologi Modifikasi Cuaca di Minahasa

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 11 November 2024 | 19:30 WIB
PLN NP UP Minahasa menerapkan teknologi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) berbasis drone untuk meningkatkan produksi PLTA Tonselama dan Tanggari. (DOK. PLN Nusantara Power)
PLN NP UP Minahasa menerapkan teknologi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) berbasis drone untuk meningkatkan produksi PLTA Tonselama dan Tanggari. (DOK. PLN Nusantara Power)

Kabar BUMN - PT PLN Nusantara Power (PLN NP) Unit Pembangkitan (UP) Minahasa menerapkan teknologi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) berbasis drone untuk meningkatkan produksi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Penerapan TMC sebagai respons dalam memastikan keandalan produksi listrik pada PLTA Tonsealama dan PLTA Tanggari.

Produksi keduanya hanya mencapai hampir 70% dari normal akibat musim kemarau ekstrem dan pertumbuhan eceng gondok di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano.

Baca Juga: PLN Nusantara Power Berjaya di Usia ke-29, Ekspansi Internasional dan Kontribusi Energi Bersih Terus Menguat

Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menyampaikan peran penting TMC dalam memastikan volume air waduk di DAS Tondano tercukupi dan produksi energi listrik PLTA UP Minahasa bisa meningkat.

Metode TMC dengan menggunakan drone dengan metode Drone Rotary (Extended GBG) ini cocok diterapkan di danau Tondano mengingat danau tersebut terletak di jalur penerbangan yang cukup padat.

Selain itu, Danau Tondano tidak terlalu luas sehingga metode TMC dengan pesawat kurang efektif diterapkan.

Baca Juga: Hingga Agustus 2024, 10.000 Ton FABA PLN Nusantara Power Sudah Tersalurkan untuk Pembangunan Infrastruktur IKN Tahap Pertama

TMC menggunakan drone untuk menyemai awan dengan bahan higroskopis, sehingga meningkatkan curah hujan di area tangkapan air Danau Tondano.

Selain itu, PLN NP UP Minahasa bekerja sama dengan Universitas Sam Ratulangi juga menerapkan metode Biological Control untuk menekan pertumbuhan eceng gondok yang menghambat aliran air ke PLTA.

Asisten II Bupati Minahasa Arody Tangkere menyambut baik inisiatif ini dan menekankan pentingnya mempertimbangkan dampak lingkungan dan sosial dalam penerapan teknologi tersebut.

Baca Juga: Optimalisasi Pembangkit, Kinerja PLN Nusantara Power Melejit di Sepanjang 2023

“Riset yang diluncurkan menjadi momentum penting yang diharapkan mampu memberikan solusi konkret bagi masalah iklim dan cuaca yang tidak menentu,” terang Arody.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini