KAI Gencar Menutup Perlintasan Sebidang Demi Keselamatan, 8 Titik Ditutup pada Januari 2025

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Minggu, 9 Februari 2025 | 16:30 WIB
KAI menutup perlintasan sebidang. (DOK.PT KAI)
KAI menutup perlintasan sebidang. (DOK.PT KAI)

Kabar BUMN – PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dengan menutup perlintasan sebidang yang tidak memenuhi standar keselamatan.

Sepanjang Januari 2025, KAI telah menutup delapan perlintasan sebidang di berbagai wilayah operasional, termasuk Daop 2 Bandung, Daop 6 Yogyakarta, Daop 8 Surabaya, Daop 9 Jember, serta Divre I Medan.

Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2024, total 309 perlintasan sebidang telah ditutup.

Baca Juga: Logistik Makin Lancar, KAI Awali 2025 dengan 5,5 Juta Ton Angkutan Barang

Langkah ini diambil berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 94 Tahun 2018 Pasal 2, yang mengatur bahwa perlintasan sebidang tanpa Nomor JPL, tanpa penjaga, atau tanpa palang pintu dengan lebar kurang dari dua meter harus ditutup atau dinormalisasi.

KAI mencatat bahwa perlintasan sebidang merupakan salah satu titik rawan kecelakaan.

Pada Januari 2025 saja, terjadi 26 kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang, dengan 16 di antaranya terjadi di perlintasan yang tidak dijaga.

Baca Juga: Siap Mudik Lebaran 2025 Bersama KAI? Pembelian Tiket Kereta Api Sudah Dimulai, Simak Jadwal Berikut

Divre IV Tanjungkarang menjadi wilayah dengan jumlah kecelakaan tertinggi, yaitu lima kejadian.

Anne menegaskan bahwa upaya penutupan perlintasan liar adalah langkah strategis untuk mengurangi angka kecelakaan.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka kembali perlintasan liar yang telah ditutup karena tindakan tersebut dapat membahayakan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan.

Baca Juga: Perjalanan Jakarta - Solo dan Sebaliknya Makin Gampang! KAI Luncurkan KA Batavia Selama Februari 2025

Selain menutup perlintasan sebidang yang berisiko, KAI juga telah menjalankan berbagai program keselamatan sejak 2020.

Upaya tersebut mencakup sosialisasi keselamatan bersama Dinas Perhubungan, Kepolisian, komunitas railfans, serta masyarakat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dwi NM

Sumber: kai.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini