Cegah Stunting, PT Timah dan AIMI Edukasi Siswa Pemali Boarding School

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Sabtu, 15 Februari 2025 | 20:00 WIB
PT Timah dan AIMI Bangka Belitung edukasi siswa Pemali Boarding School tentang pencegahan stunting, kesehatan reproduksi remaja, dan gizi seimbang. (Dok. PT Timah)
PT Timah dan AIMI Bangka Belitung edukasi siswa Pemali Boarding School tentang pencegahan stunting, kesehatan reproduksi remaja, dan gizi seimbang. (Dok. PT Timah)

Kabar BUMN PT Timah terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya pemerintah dalam mengatasi stunting, sejalan dengan visi menciptakan Generasi Emas 2045.

Sebagai bagian dari Holding MIND ID, PT Timah meluncurkan Program Kemunting (Kegiatan Menurunkan Stunting), yang berfokus pada upaya pencegahan dan penanganan stunting di wilayah operasional perusahaan.

Tak hanya menyasar orang tua dan ibu hamil, PT Timah juga memperluas edukasi pencegahan stunting kepada siswa Pemali Boarding School PT Timah.

Baca Juga: Harga Turun 10 Persen, DAMRI Buka Pemesanan Tiket Angkutan Lebaran 2025!

Bekerja sama dengan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Bangka Belitung, PT Timah mengadakan sesi edukasi mengenai stunting bagi para siswa Pemali Boarding School pada Sabtu (1 Februari 2025).

Dalam sesi ini, terdapat dua topik utama yang dibahas, yaitu kesehatan reproduksi remaja—yang membahas kesejahteraan baik siswa laki-laki maupun perempuan.

Serta gizi seimbang dan gaya hidup sehat—yang memberikan langkah-langkah praktis untuk mencegah stunting sejak dini.

Baca Juga: Pertamina EP Sukowati Field Dukung Pemberdayaan Masyarakat Lewat Panen Raya Ikan Lele

Kepala Pendidikan dan Pelatihan AIMI Bangka Belitung, Lizulka Ulban Driati, menekankan pentingnya edukasi yang terstruktur.

Dengan menyatakan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak remaja hingga dewasa, bukan hanya berfokus pada ibu dan anak kecil.

“Ini adalah langkah awal yang sangat penting. Kami percaya bahwa dengan memberikan edukasi kepada remaja saat ini."

Baca Juga: Simak! Jadwal Libur Sekolah di Bulan Ramadhan dan Idul Fitri 2025

"Mereka akan memiliki pengetahuan dan kesiapan—baik secara mental maupun fisik—untuk masa depan. Ketika mereka menjadi orang tua, mereka sudah siap membesarkan anak-anak yang sehat,” ujar Lizulka.

Ia juga mengakui bahwa kesehatan reproduksi remaja masih sering dianggap tabu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini