Akan Gelar RUPS pada 29 April 2025, Investor Tunggu Dividen yang Rutin Dibagikan TUGU

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 28 April 2025 | 12:30 WIB
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) mencatatkan laba bersih Rp552 miliar hingga September 2024. (DOK. Tugu Insurance)
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) mencatatkan laba bersih Rp552 miliar hingga September 2024. (DOK. Tugu Insurance)

Kabar BUMN - PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan pada Selasa (29/4/2025) dengan tujuh agenda, termasuk penetapan penggunaan laba bersih tahun buku 2024, atau potensi pembagian dividen.

Pembagian dividen ini termasuk yang ditunggu para analis dan investor karena TUGU rutin membagikan dividen dengan yield yang cukup besar, bahkan pada masa-masa pandemi lalu.

Tahun lalu atau tahun buku 2023, TUGU membagikan dividen dengan rasio pembayaran 40% yang setara dengan Rp123,26 per saham. Dividen itu memiliki yield 12,7%.

Baca Juga: Tugu Insurance Raih Laba Bersih Rp552 Miliar dengan Pendapatan Melonjak 16 Persen

Tahun buku 2022, TUGU membagikan dividen Rp138,86 miliar atau 40% dan tahun buku 2021, dividen yang dibagikan mencapai Rp126,59 miliar atau 40% dari laba. Imbal hasil dividen untuk 2022 mencapai 4% dan 2021 mencapai 5%.

Analis Phintraco Sekuritas, Nurwachidah mengatakan sejak go public pada 2018, emiten ini selalu membagikan dividen dengan rasio pembayaran minimal 30% dari laba bersih. Adapun pada tiga tahun terakhir, rasio pembayaran naik menjadi 40% dari laba bersih.

“Kalau pakai asumsi payout ratio sekitar 40% maka dividen berada di kisaran Rp280 miliar atau Rp78,75 per saham. Dividen yield masih di atas 7,6% jadi masih cukup menarik,” ujarnya di Jakarta, Senin (28/4/25).

Baca Juga: Perhutani Bersinergi dengan Yayasan Kita Bisa dan Tugu Insurance, Tanam Ribuan Bibit Pohon di Purwakarta untuk Pelestarian Lingkungan

Menurutnya, saham yang konsisten membagikan dividen dengan yield menarik cocok untuk dijadikan salah satu pilihan investasi jangka panjang. Apalagi emiten tersebut masih memiliki valuasi yang menarik alias murah.

Beberapa faktor yang jadi sorotan adalah rasio price to book value (PBV) TUGU masih di bawah 0,4% dengan price to earning ratio (PER) masih di bawah 0,6x.

“Umumnya emiten dengan dividen yield tinggi akan mengalami koreksi sebentar. Namun, dengan valuasi saham yang cukup rendah, koreksi ini tidak sebanding dengan potensi kenaikan,” ujarnya.

Baca Juga: Kinerja Positif Tugu Insurance: Laba Bersih Tembus Rp439 Miliar Hingga Semester I 2024

Saham TUGU telah rally sejak 9 April lalu hingga kemarin, 23 April 2025. Ditutup pada level Rp1.015, saham TUGU telah melesat 14,69% dalam 9 hari perdagangan bursa.

Berdasarkan data dari Bloomberg ada 6 analis yang memberikan proyeksi terhadap saham TUGU, Semuanya memberikan rekomendasi beli atau buy dengan target harga di Rp 1.410 hingga Rp 2.435.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini