Len Industri Ikuti Dialog AS-ASEAN, Jalin Kemitraan di Bidang Dirgantara, Pertahanan, dan Keamanan

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Senin, 12 Mei 2025 | 12:00 WIB
Len Industri menghadiri forum diskusi ‘The US-ASEAN Business Council’ (USABC) mengangkat isu-isu strategis di bidang Dirgantara, Pertahanan, dan Keamanan. (len.co.id)
Len Industri menghadiri forum diskusi ‘The US-ASEAN Business Council’ (USABC) mengangkat isu-isu strategis di bidang Dirgantara, Pertahanan, dan Keamanan. (len.co.id)

Kabar BUMN – PT Len Industri (Persero), induk holding DEFEND ID, tampil aktif dalam forum diskusi bergengsi ‘The US-ASEAN Business Council’ (USABC) yang mengangkat isu-isu strategis di bidang Dirgantara, Pertahanan, dan Keamanan.

Acara ini dihadiri oleh lebih dari 50 delegasi dari sektor pemerintah, swasta, perwakilan kedutaan besar, serta pelaku industri internasional, dengan menghadirkan 20 pembicara utama.

Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Letnan Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, secara resmi membuka forum tersebut.

Baca Juga: Komisi VI DPR RI Apresiasi Becak Listrik Karya PT Len Industri

Dalam pidatonya, Sjafrie menegaskan bahwa kerja sama antarnegara menjadi kunci utama dalam menghadapi dinamika ancaman keamanan kawasan yang kian kompleks.

Pada sesi diskusi bertema “Memperkuat Kerja Sama Bersama: Tantangan dan Peluang dari Perspektif AS dan Indonesia”, Direktur Utama PT Len Industri (Persero), Joga Dharma Setiawan, didampingi Direktur Bisnis dan Kerja Sama Irwan Ibrahim, tampil sebagai panelis dan menyoroti peran penting industri pertahanan dalam memperkuat keamanan nasional Indonesia.

“Terdapat instrumen vital untuk memperkuat pertahanan dan keamanan nasional, mulai dari sistem pengawasan bawah air, satelit militer, sistem radar, rudal, pesawat tanpa awak (UAV), pesawat tempur, kapal perang, kendaraan tempur, amunisi, hingga sistem persenjataan,” ungkap Joga.

Baca Juga: Len Industri Dapat Mandat Baru: Percepat Produksi Becak Listrik dari Menhan RI

Ia menekankan bahwa pencapaian target strategis tersebut memerlukan dukungan kebijakan negara serta arah diplomasi yang mendukung terjalinnya kolaborasi berkelanjutan.

“Hal ini didukung oleh enam pilar utama: kerangka kebijakan dan hukum yang kuat, kemitraan industri, ekosistem riset dan inovasi bersama, pengembangan SDM, pemanfaatan platform regional dan global, serta tata kelola yang transparan,” tambahnya.

Selain itu, Joga juga menyoroti potensi teknologi dual-use—yang dapat digunakan untuk keperluan sipil maupun militer—sebagai peluang pasar dan investasi yang sangat menjanjikan.

Baca Juga: Lowongan Magang BUMN di PT Len Industri! Daftar Sekarang untuk Posisi Project Deployment Center Support

“Dengan mendorong kebijakan dan kemitraan yang berorientasi pada inovasi, investasi bersama, dan komersialisasi teknologi, Indonesia tidak hanya memperkuat pertahanan, tetapi juga meningkatkan daya saing ekonomi nasional,” tutup Joga dalam sesi tersebut.

Partisipasi aktif Len Industri dalam forum ini mempertegas peran strategis BUMN pertahanan Indonesia dalam memperkuat diplomasi teknologi dan membuka jalan menuju kolaborasi internasional yang saling menguntungkan.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dwi NM

Sumber: len.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini