Holding Ultra Mikro Salurkan Pembiayaan Mencapai Rp631,4 Triliun Kepada 35,4 Juta Pelaku Usaha

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 14 Mei 2025 | 12:30 WIB
Holding Ultra Mikro jangkau nasabah dengan sentuhan digitalisasi.
Holding Ultra Mikro jangkau nasabah dengan sentuhan digitalisasi.

Kabar BUMN - Sinergi BRI, Pegadaian dan PNM melalui Holding Ultra Mikro (UMi) berdampak kepada peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku usaha ultra mikro di seluruh penjuru Indonesia.

Hingga akhir Maret 2025, jumlah nasabah pinjaman mencapai 35,4 juta dengan total penyaluran kredit mencapai Rp631,4 triliun. Pada periode yang sama, jumlah nasabah simpanan tercatat lebih dari 182 juta.

Menurut Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi menjelaskan, bagi nasabah dalam ekosistem Holding Ultra Mikro, perusahaan tidak hanya memberikan akses permodalan.

Baca Juga: BRI dan Holding Ultra Mikro Tegaskan Komitmen Pemberdayaan Perempuan di Hari Kartini

“Tetapi juga mendampingi para pelaku usaha mikro melalui edukasi literasi keuangan, pelatihan kewirausahaan, dan program pemberdayaan yang berkelanjutan agar mereka dapat naik kelas dan memperkuat daya saing usahanya,” ujarnya di Jakarta, Rabu (14/5/25).

Sebagai wujud konkret dari sinergi tersebut, Holding Ultra Mikro memanfaatkan platform digital seperti SenyuM Mobile yang memperluas akses layanan keuangan hingga ke pelosok negeri.

Tercatat sejak awal diluncurkan pada 2021 hingga Triwulan I/2025, SenyuM Mobile telah mengakselerasi produktivitas dan perluasan akses dengan lebih dari 4,46 juta nasabah yang sukses di-referral-kan.

Baca Juga: Holding Ultra Mikro BRI Dorong Akses Keuangan bagi Pengusaha Kecil, Salurkan Kredit Rp626,6 Triliun

Program pemberdayaan yang dijalankan oleh Holding Ultra Mikro juga sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang menjadi pedoman BRI Group dalam menjalankan bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

“Dengan ekosistem yang semakin solid dan inklusif, Holding Ultra Mikro optimistis terus menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berbasis kerakyatan,” pungkas Hendy.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini