Kabar BUMN - Per tanggal 1 Juni 2025, KAI Commuter mengoperasikan tiga rangkaian (train set) sarana KRL baru yang diperuntukkan melayani Commuter Line Bogor (dua train set) dan Commuter Line Cikarang (satu train set).
Pengoperasian sarana KRL baru dilakukan setelah selesai sertifikasi keselamatan dan kelayakan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.
Direktur Utama KAI Commuter Asdo Artriviyanto menyampaikan, pengoperasian sarana KRL baru ini menjawab harapan masyarakat untuk optimalisasi layanan Commuter Line Jabodetabek.
Baca Juga: KAI Catat 459 Ribu Lansia Telah Nikmati Diskon Tiket 20%, Dukung Mobilitas Aman dan Terjangkau
Sarana KRL baru ini telah menggunakan teknologi terbaru yaitu Train Control Monitoring System (TCMS), yaitu sistem pengoperasian kereta dengan sistem terpusat yang dapat meningkatkan keselamatan dan efisiensi operasional dalam kereta.
Sedangkan pada sistem pintu otomatis, KRL baru ini mengadopsi teknologi Anti Trap yang berfungsi untuk keselamatan dan mencegah potensi penumpang terjepit pintu otomatis.
KRL seri CLI-125 memiliki dimensi sekitar 20 meter untuk panjang dan 3 meter untuk lebar setiap keretanya, dan setiap rangkaian memiliki 12 kereta atau Stamformasi 12 (SF12).
KRL baru ini memiliki desain eksterior yang bertemakan “Growing”, yaitu garis lengkung warna merah dan putih yang mengarah ke atas sebagai simbol untuk terus tumbuh dan meningkatkan layanan.
Asdo menambahkan, sarana KRL baru ini juga memiliki fasilitas interior berupa tempat duduk sebanyak 42 bangku pada kereta kabin dan sebanyak 54 tempat duduk pada kereta non-kabin.
“Karena dioperasikan di Jabodetabek, desain tempat duduk menampilkan gambar ondel-ondel dan tanjidor yang merupakan bagian dari sejarah kebudayaan Jakarta,” tambah Asdo.
Baca Juga: Antisipasi Potensi Bencana, KAI Services Gelar Simulasi Penanganan Gempa
Pada awal pengoperasian sarana KRL baru ini, KAI Commuter tetap didampingi oleh tim manufacturer sebagai petugas troubleshooter dan pendamping petugas perawatan sarana KRL harian di Depo KRL maupun pendampingan masinis dalam perjalanan kereta.
Pengoperasian sarana KRL baru ini akan digunakan sebagai pengganti sarana KRL milik KAI Commuter yang akan memasuki masa konservasi dan dilakukan re-komposisi, sehingga untuk rangkaian KRL dengan 8 kereta (SF8) bisa ditambahkan menjadi SF10 atau SF12.
Artikel Terkait
PT Bukit Asam Tegaskan Komitmen terhadap Good Mining Practice demi Keberlanjutan dan Kesejahteraan Bersama
Serapan Beras Tembus Setengah Juta Ton, BULOG Jatim Jadi Kontributor Tertinggi Nasional
Di Tengah Ketidakpastian Global, BRI Torehkan Kinerja Positif Lewat Strategi CASA dan Transformasi Digital
ASDP Layani Hampir 270 Ribu Penumpang Saat Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ferizy Jadi Kunci Kelancaran Operasional
85 Ribu Tiket Terjual, Whoosh Hadapi Lonjakan Arus Balik di Tanggal 1 Juni