Bukti UMKM Semakin Tangguh, Restrukturisasi Kredit Covid-19 BRI Turun hingga 61 Persen

Photo Author
Winda Wahdania, Kabar BUMN
- Selasa, 16 Mei 2023 | 15:30 WIB
Restrukturisasi Kredit Covid-19 BRI Terus Mengalami Penurunan (bri.co.id)
Restrukturisasi Kredit Covid-19 BRI Terus Mengalami Penurunan (bri.co.id)

Kabar BUMN - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menyatakan, ketangguhan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam menghadapi krisis semakin teruji.

Pasca pandemi Covid-19, kinerja UMKM terus menggeliat, terlihat dari restrukturisasi kredit Covid BRI yang terus menurun.

Hingga akhir kuartal I 2023, tercatat hanya tinggal Rp99,8 triliun dari akumulasi restrukturisasi sebesar Rp263,4 triliun.

Baca Juga: Total Kredit Tersalurkan Sebesar Rp54,5 Triliun, BNI Griya Pertahankan Pertumbuhan Positif

Terkait dengan hal tersebut, Direktur Manajemen Risiko BRI Agus Sudiarto mengungkapkan bahwa faktor utama menurunnya nilai restrukturisasi itu disebabkan oleh pembayaran dari debitur.

“Dan yang cukup menggembirakan, penurunan tersebut 61%-nya itu karena pembayaran. Jadi kita tahu sama-sama bahwa penurunan LAR (Loan at Risk) Covid ini bukan hanya karena pembayaran, sebagian kecil juga karena unflagging, dalam arti kondisi nasabahnya sudah membaik, sehingga kita lepaskan flag restruk COVID-nya. Namun sebagian besar penurunan nilai restrukturisasi tersebut adalah karena adanya pembayaran,” urai Agus.

Agus juga menambahkan, debitur yang gagal atau tidak bisa diselamatkan kurang lebih hanya 2%-an dari total debitur restrukturisasi.

Baca Juga: Pengguna DAMRI Apps Makin Meningkat, Terjadi Peningkatan Volume Transaksi Sejak 2019

“Dan yang default rate kita, antara yang menjadi NPL maupun kita PH itu kurang lebih 11%. Jadi kita tetap optimis karena NPL coverage kita di atas 280%, bahkan LAR coverage kita sudah 49%. Dengan default rate tadi yang kurang lebih 11%, kami cukup confidence dan nyaman bahwa untuk credit risk yang terkait dengan risiko LAR Covid ini sudah cukup termitigasi dengan baik,” kata Agus.

Sementara itu, Direktur Utama BRI Sunarso juga menegaskan bahwa saat ini BRI telah memiliki pencadangan yang sangat memadai apabila terjadi potensi pemburukan di kemudian hari.

“Kita sekarang sudah mencadangkan terhadap LAR kita, cadangan kita mencapai 49%, padahal yang tidak bisa diselamatkan hanya 2%. Sehingga cadangan BRI untuk mengantisipasi risiko terjadinya pemburukan restru Covid ini, menurut saya bukan hanya cukup, tetapi jauh lebih dari cukup”, pungkas Sunarso.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Winda Wahdania

Sumber: bri.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini