Kabar BUMN - Telkomsat menyiapkan layanan backup link berbasis satelit untuk mendukung pemulihan (recovery) atas gangguan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Sulawesi–Maluku–Papua Cable System/SMPCS-2.
Pada tahap awal, dukungan diprioritaskan untuk tujuh lokasi, seperti Merauke, Timika, Kaimana, Agats, Namlea, Masohi, dan Nabire.
Langkah ini sejalan dengan upaya TelkomGroup mempercepat normalisasi trafik di Indonesia Timur dengan tujuan menjaga Customer Experience (CX).
Baca Juga: Elnusa Group Perkuat Reputasi dengan Raihan Prestasi di Ajang Anugerah Humas Indonesia 2025
Direktur Utama Telkomsat Lukman Hakim Abd Rauf menyampaikan, langkah ini merupakan wujud nyata komitmen Telkomsat dalam mendukung ketahanan infrastruktur telekomunikasi nasional.
Lukman mengungkapkan, Telkomsat memastikan kesiapan kapasitas satelit, termasuk pemanfaatan Satelit Merah Putih 2 dan teknologi satelit orbit rendah (LEO) untuk menjaga kelangsungan layanan pelanggan di wilayah terdampak.
“Aktivasi backup via satelit ini tidak hanya bertujuan memulihkan konektivitas, tetapi juga memastikan layanan utama agar tetap berjalan dengan aman dan andal,” ungkapnya.
Baca Juga: 2.073 Volunteer Mandalika 2025 Resmi Terlindungi JKK dan JKM
Sebelumnya dilaporkan SMPCS-2 mengalami double shunt fault pada dua ruas Fakfak–Sorong (KM 66–81 dari BMH Sorong arah Fakfak) dan Timika–Merauke (KM 293 dari STO Merauke arah Timika) dengan indikasi penyebab alasan nonteknis dan di luar kendali operasional.
Selama proses perbaikan kabel laut berlangsung, TelkomGroup menyiapkan jalur backup dan mekanisme kompensasi bagi pelanggan Telkomsel (MBB) dan IndiHome (FBB), serta pelanggan B2B.
Pelanggan tetap dihimbau mewaspadai potensi penurunan kualitas layanan pada saat pekerjaan penyambungan dilakukan.
Baca Juga: PDC Dorong Budaya Hidup Sehat Lewat Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan
Sebagai bagian dari strategi ketahanan jaringan, Telkomsat mengaktivasi kapasitas satelit untuk mengalihkan komunikasi kritikal dan menjaga layanan esensial mulai dari akses internet operasional, koordinasi antarlokasi, hingga telemetri sistem khususnya pada tujuh titik prioritas di atas.
Solusi ini bersifat bridge (sementara) sampai pekerjaan perbaikan SMPCS-2 terselesaikan.
Artikel Terkait
Telkomsat Dorong Pemerataan Pendidikan Digital di Halmahera Barat dengan Internet Satelit
Telkomsat Tegaskan Komitmen Digitalisasi Maritim Lewat Marine Digital Summit 2025
Rayakan 7 Tahun Berdiri, Telkomsat Gelar Aksi Sosial Serentak di Tujuh Wilayah
Telkomsat Rayakan Ulang Tahun ke-7 dengan Tanam 200 Terumbu Karang di Laut Sulawesi
Len Industri dan Telkomsat Tandatangani MoU, Perkuat Sinergi Satelit dan Pertahanan Nasional
Sinergi Telkomsat dan Len Industri untuk Perkuat Pertahanan Nasional dengan Teknologi Satelit