Konservasi PLTA Berbasis AI, Program Unggulan PLN NP Raih Lestari Award 2025

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Kamis, 9 Oktober 2025 | 19:30 WIB
Program unggulan PLN NP di PLTA Besai, Lampung, Besai Environmental Sustainability and Transformation (BEST), meraih Lestari Award 2025 untuk Kategori Renewable Energy. (DOK. PLN NP)
Program unggulan PLN NP di PLTA Besai, Lampung, Besai Environmental Sustainability and Transformation (BEST), meraih Lestari Award 2025 untuk Kategori Renewable Energy. (DOK. PLN NP)

Kabar BUMN - Program unggulan PT PLN Nusantara Power (PLN NP), Besai Environmental Sustainability and Transformation (BEST), meraih Lestari Award 2025 untuk Kategori Renewable Energy.

Program BEST dinilai memberikan solusi konkret terhadap tantangan konservasi di sektor ketenagalistrikan, khususnya pada Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Besai di Lampung.

Penyerahan penghargaan dilakukan pada malam puncak Lestari Summit & Awards 2025 yang diselenggarakan Kompas Gramedia (KG Media) di Raffles Hotel, Jakarta.

Baca Juga: Garuda Indonesia Group Catat Kenaikan Produktivitas, Fokus Tingkatkan Kapasitas Produksi di Paruh Kedua 2025

Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menyampaikan, penghargaan ini merupakan validasi nyata atas komitmen PLN NP terhadap inovasi berkelanjutan dan transisi energi bersih.

“Penghargaan Lestari Award 2025 ini menjadi penegasan bahwa upaya konservasi bukan lagi hanya kewajiban, melainkan strategi bisnis yang krusial,” ujar Ruly.

Keberhasilan program BEST tidak hanya menjamin keberlanjutan operasional PLTA Besai, tetapi juga menghadirkan nilai sosial bagi masyarakat melalui peningkatan kualitas tanah, pengelolaan air, dan pemberdayaan ekonomi petani.

Baca Juga: Brantas Abipraya Bangun Hunian Nyaman bagi Korban Erupsi Gunung Ruang di Sulawesi Utara

Program ini kini menjadi model konservasi cerdas yang siap direplikasi di berbagai PLTA lain di Indonesia.

Program BEST lahir sebagai respons atas tantangan krusial yang dihadapi PLTA Besai, di mana volume reservoir mengalami penurunan drastis dari 1.200.000 m³ menjadi hanya 414.014 m³ akibat sedimentasi tinggi.

Pembukaan lahan pertanian yang tidak terkendali di hulu turut memperburuk kondisi, dengan tingkat erosi mencapai 44,54%.

Baca Juga: PTPN IV Regional III Sabet Juara Umum Lomba Lingkungan Sehat, Bukti Komitmen terhadap Keberlanjutan

Kondisi tersebut mengancam hilangnya energi bersih hingga 315 GWh per tahun, yang jika digantikan oleh Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), dapat menimbulkan kerugian sekitar Rp787 miliar per tahun serta meningkatkan emisi karbon hingga 236.250 ton CO₂ per tahun.

Melalui Transformasi Digital Konservasi Tanah Berbasis Kecerdasan Buatan (AI), program BEST mampu melakukan pemantauan spasial, prediksi erosi, dan intervensi konservasi secara presisi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini