Kabar BUMN - Proyek PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), yakni Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) Ampel 500 kV di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, memasuki tahap commissioning.
Proyek strategis ini menjadi infrastruktur kunci dalam memperkuat sistem transmisi listrik Jawa–Bali serta meningkatkan keandalan pasokan daya di wilayah Jawa Tengah.
GITET Ampel 500 kV dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan stabilitas suplai listrik, memperbaiki mutu tegangan, serta mengurangi beban pada gardu induk eksisting seperti Ungaran, Pedan, dan Tanjung Jati.
Baca Juga: Perkuat Layanan TICC, Surveyor Indonesia Resmikan Kantor Anak Usaha di Berau Kalimantan Timur
Dengan kapasitas dua unit transformator (IBT) 500/150 kV masing-masing 500 MVA, gardu ini mampu menyalurkan daya hingga 1.000 MVA (1 GVA), menjadikannya tulang punggung baru sistem kelistrikan di kawasan Solo Raya, Boyolali, Klaten, dan sekitarnya.
Sebagai titik penghubung antara jalur transmisi 500 kV utara (Pedan–Tanjung Jati) dan selatan (Ungaran–Tasikmalaya–Kediri), GITET Ampel berperan penting dalam memperkuat interkoneksi sistem Jawa–Bali.
Keberadaannya memungkinkan pengalihan beban otomatis (load transfer) saat terjadi gangguan pada salah satu jalur transmisi, serta mendukung prinsip redundansi N–1 contingency, yaitu sistem tetap beroperasi normal meskipun satu elemen, seperti trafo atau saluran, mengalami gangguan.
Baca Juga: Perum BULOG Terima Anugerah Inspiratif 2025 dari Liputan6 untuk Inovasi Logistik Pangan Digital
Selain manfaat teknis, pembangunan proyek ini juga memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar.
Lebih dari 20% tenaga kerja proyek berasal dari warga lokal, yang turut berperan dalam kegiatan konstruksi dan mendukung roda perekonomian Boyolali.
Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito menjelaskan, GITET Ampel menjadi bagian penting dari upaya memperkuat jaringan transmisi Jawa–Bali.
“Kami berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini dengan kualitas terbaik agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat dan industri di Jawa Tengah,” ujarnya.
Dengan terselesaikannya GITET Ampel 500 kV, sistem transmisi Jawa–Bali kini semakin tangguh dan efisien, membuka jalan bagi peningkatan keandalan daya, pertumbuhan ekonomi daerah, serta kesiapan infrastruktur menuju transisi energi nasional berbasis energi bersih dan berkelanjutan.***
Artikel Terkait
Tanam 220 Bibit Pohon Alpukat, WIKA Sulap Lahan Bekas Proyek Jadi Penyerap 4,84 ton Karbon Dioksida
WIKA Catat Kontrak Baru Rp5,24 Triliun Hingga Agustus 2025
Pacu Pembangunan Tol IKN 1B, Kinerja WIKA Lebih Cepat Lima Persen dari Target
WIKA Genjot Proyek Bendungan Jenelata, Perkuat Ketahanan Air dan Energi Hijau di Sulawesi Selatan
WIKA Percepat Pembangunan Tol Serang–Panimbang, Dorong Konektivitas dan Ekonomi Banten
WIKA Beton Mendapatkan Kepercayaan Investor Institusi, Kontrak Tembus Rp2,79 Triliun