BSI Ambil Peran Strategis dalam Akad Massal 50 Ribu KPR FLPP Bersama Presiden Prabowo

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Selasa, 23 Desember 2025 | 09:30 WIB
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) kembali menegaskan perannya sebagai bank syariah terbesar di Indonesia dengan mendukung program strategis nasional di sektor perumahan. Komitmen tersebut diwujudkan (Dok. BSI)
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) kembali menegaskan perannya sebagai bank syariah terbesar di Indonesia dengan mendukung program strategis nasional di sektor perumahan. Komitmen tersebut diwujudkan (Dok. BSI)

Kabar BUMN - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) kembali menegaskan perannya sebagai bank syariah terbesar di Indonesia dengan mendukung program strategis nasional di sektor perumahan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi BSI dalam penandatanganan Akad Massal 50 Ribu Unit KPR Sejahtera FLPP yang digelar pada 21 Desember 2025 di Jakarta. Acara ini turut dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Akad massal ini menjadi bagian penting dalam upaya percepatan realisasi program 3 juta rumah yang dicanangkan pemerintah.

Baca Juga: Pemerintah Serahkan 80 Sertipikat Hak Pakai Lahan Hulu Migas ke Subholding Upstream Pertamina Group, Perkuat Kepastian Aset Negara

Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman bersama BP Tapera serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan sektor perumahan.

Targetnya adalah meningkatkan penyediaan rumah subsidi dari sebelumnya 220.000 unit menjadi 350.000 unit per tahun, khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam program tersebut.

Baca Juga: Resep Nastar Super Mudah untuk Sajian Kue Natal 2025 di Rumah

“Hal ini adalah sebuah prestasi yang membanggakan dan bukti nyata dari kerja keras bersama untuk menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat Indonesia,” tegas Prabowo.

Pelaksanaan akad massal ini mencatatkan sejarah baru sebagai akad KPR FLPP terbesar yang pernah dilakukan secara serentak. Sebanyak 50.000 unit rumah untuk MBR terlibat dalam kegiatan ini, dengan rincian 300 peserta mengikuti akad secara luring dan 49.700 lainnya secara daring. Akad berlangsung di 110 titik lokasi yang tersebar di 33 provinsi di seluruh Indonesia.

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menegaskan kesiapan BSI dalam mendukung kebijakan pemerintah melalui pembiayaan perumahan. “BSI siap ambil bagian dari program strategis Pemerintah yang berupaya menyejahterakan masyarakat Indonesia melalui penyaluran pembiayaan KPR FLPP. Setiap tahunnya, kami berupaya secara optimal untuk menyalurkan kuota yang diberikan kepada BSI karena rumah merupakan kebutuhan dasar untuk hidup yang berkelanjutan”, ujarnya.

Sepanjang tahun berjalan, BSI telah merealisasikan sekitar 4.000 unit KPR FLPP secara year to date. Sementara itu, sejak pertama kali menyalurkan KPR FLPP pada 2012 hingga saat ini, total pembiayaan yang telah disalurkan BSI mencapai lebih dari 65.000 unit rumah dengan nilai sekitar Rp8,5 triliun. Penyaluran tersebut banyak dilakukan di wilayah industri dengan tingkat serapan tenaga kerja MBR yang tinggi, seperti Makassar, Palembang, dan Semarang.

Dari sisi kualitas pembiayaan, BSI menilai segmen KPR FLPP tetap berada dalam kondisi sehat. Anggoro menyampaikan bahwa rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) berada di bawah 2 persen, menunjukkan pengelolaan risiko yang terjaga dengan baik.

Ke depan, BSI berencana memperluas jangkauan penyaluran KPR FLPP ke wilayah-wilayah potensial lainnya. Langkah ini akan diiringi dengan kerja sama bersama pengembang perumahan yang memiliki kredibilitas tinggi, sehingga rumah subsidi yang dibangun memiliki kualitas baik dan memenuhi standar yang telah ditetapkan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini