Tahun 2025, WIKA Beton Bukukan Kontrak Baru Rp4 Triliun dari Sejumlah Proyek

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Kamis, 5 Februari 2026 | 19:30 WIB
WIKA Beton turut menangani proyek Trackwork MRT Jakarta Fase 2A Paket CP205 senilai Rp409 miliar. (DOK. WIKA Beton)
WIKA Beton turut menangani proyek Trackwork MRT Jakarta Fase 2A Paket CP205 senilai Rp409 miliar. (DOK. WIKA Beton)

Kabar BUMN - PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) membukukan omzet kontrak baru senilai Rp4 triliun sepanjang tahun 2025 ditopang optimalisasi kapabilitas produk beton pracetak khusus dan proyek strategis di pasar domestik maupun internasional.

Sejumlah proyek strategis WIKA Beton di antaranya proyek Railway Systems dan Trackwork pada Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta Fase 2A yang mewakili pasar domestik, dan proyek Metro Manila Subway di Filipina yang mencerminkan penguatan posisi WIKA Beton di pasar global.

Selain itu, WIKA Beton juga mendorong proyek yang berorientasi pada prinsip-prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Baca Juga: CPO Berkelanjutan Beri Nilai Tambah, PTPN IV PalmCo Kantongi USD 10,5 Juta

Mulai dari pengembangan sumur resapan segmental sebagai produk ramah lingkungan, solusi hunian WIKA Beton Home (WHOME) yang mendukung inisiasi pemerintah pada Program 3 Juta Rumah dan Hunian Tetap pasca bencana.

Hingga proyek pembangunan pusat data (data center) di Batam yang didukung melalui penyediaan ragam produk beton pracetak.

Berbagai proyek tersebut berkontribusi pada perolehan omzet kontrak baru yang didominasi pelanggan dari swasta dengan porsi sebesar 54,85%, disusul BUMN sebesar 21,65%, Kerja Sama Operasi (KSO)/Joint Operation (JO) sebesar 18,33%, serta WIKA dan afiliasi sebesar 5,17%.

Baca Juga: Dorong UMKM Kreatif, Bank Mandiri Berperan dalam Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Sementara itu, dari sisi ekspansi geografis, kontribusi proyek luar negeri mencapai 4,6% dengan pasar domestik sebagai tulang punggung sebesar 95,4%.

Proyek-proyek tersebut meliputi berbagai sektor dengan sektor infrastruktur menjadi kontributor terbesar pada perolehan omzet kontrak baru dengan porsi sebesar 56,35%.

Disusul sektor industri sebesar 15,85%, properti sebesar 11,63%, kelistrikan sebesar 11,39%, tambang sebesar 3,73%, dan energi sebesar 1,05% yang menunjukkan portofolio proyek WIKA Beton tersebar di berbagai segmen tanpa ketergantungan pada satu sektor saja.

Baca Juga: Air Bersih dan Sembako Mengalir ke Aceh Tamiang, Pertamina EP Rantau Hadirkan Harapan

Momentum pertumbuhan atas kinerja usaha ini mencerminkan kepercayaan pasar terhadap kemampuan eksekusi WIKA Beton, sekaligus menguatkan fondasi bisnis yang berkelanjutan melalui diversifikasi portofolio dan ekspansi bisnis secara geografis.

Ke depannya, WIKA Beton sebagai bagian dari ekosistem Danantara dan BUMN akan terus berkomitmen menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan melalui pertumbuhan yang inklusif, berkelanjutan, dan sejalan dengan prinsip ESG.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini