KAI Optimalkan Perjalanan dengan Face Recognition, Hemat Biaya dan Ramah Lingkungan

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Sabtu, 7 Februari 2026 | 13:30 WIB
KAI catat 890.165 pelanggan manfaatkan face recognition di 22 stasiun Januari 2026, hemat biaya tiket, lebih cepat, nyaman, dan ramah lingkungan. (Dok. KAI)
KAI catat 890.165 pelanggan manfaatkan face recognition di 22 stasiun Januari 2026, hemat biaya tiket, lebih cepat, nyaman, dan ramah lingkungan. (Dok. KAI)

Kabar BUMN - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat adanya lonjakan penggunaan layanan face recognition oleh pelanggan Kereta Api Jarak Jauh sepanjang Januari 2026.

Sebanyak 890.165 pelanggan memanfaatkan teknologi ini, menandakan kebutuhan masyarakat akan layanan transportasi yang cepat, nyaman, dan efisien terus meningkat.

Fasilitas ini menjadi bagian dari upaya KAI untuk menghadirkan perjalanan modern dan praktis.

Baca Juga: Langkah Nyata PT TIMAH Jelang Ramadan, Lima Musala di Desa Gemuruh Kini Lebih Sejuk

Layanan Tersedia di 22 Stasiun Strategis

Face recognition kini diterapkan di 22 stasiun, mulai dari Gambir, Bandung, hingga Yogyakarta. Dengan fasilitas ini, pelanggan dapat melakukan boarding tanpa perlu menunjukkan tiket cetak atau dokumen identitas secara manual.

Proses verifikasi identitas menjadi lebih cepat, antrean berkurang, dan waktu tunggu di area boarding semakin singkat. Hal ini meningkatkan kenyamanan dan keteraturan perjalanan.

Baca Juga: Boarding Tanpa Tiket Cetak, Face Recognition KAI Digunakan Ratusan Ribu Pelanggan

Efisiensi Biaya dan Sumber Daya

Selain mempermudah pelanggan, layanan face recognition berdampak signifikan pada efisiensi pengelolaan sumber daya. Boarding tanpa tiket cetak mengurangi penggunaan kertas.

Jika satu roll kertas sepanjang 7.200 cm bisa mencetak sekitar 400 tiket dengan harga Rp14.765 per roll, maka biaya pencetakan setara Rp37 per tiket.

Dengan 890.165 tiket yang dicetak, potensi penghematan mencapai sekitar Rp32,9 juta hanya dalam satu bulan.

Baca Juga: Dari Produksi ke Pemulihan: Komitmen PHR Mengelola Lingkungan di WK Rokan

Mendukung Keberlanjutan Lingkungan

Pengurangan pencetakan tiket tidak hanya menekan biaya, tetapi juga menurunkan kebutuhan bahan baku dan distribusi logistik.

Digitalisasi proses boarding ini membantu KAI dalam mengelola operasional secara bertanggung jawab dan mendukung praktik ramah lingkungan.

Layanan modern ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menghadirkan transportasi publik yang efisien dan berkelanjutan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini