Komisi VI DPR RI Dorong Akselerasi Industri Pertahanan Nasional Bersama DEFEND ID

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Sabtu, 14 Februari 2026 | 21:45 WIB
Komisi VI DPR RI dukung penguatan industri pertahanan nasional melalui DEFEND ID, dorong inovasi, sinergi, dan kemandirian teknologi. (Dok. LEN Industri)
Komisi VI DPR RI dukung penguatan industri pertahanan nasional melalui DEFEND ID, dorong inovasi, sinergi, dan kemandirian teknologi. (Dok. LEN Industri)

Kabar BUMN - Komisi VI DPR RI menegaskan komitmennya dalam memperkuat industri pertahanan nasional melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama PT Len Industri (Persero) sebagai holding Industri Pertahanan DEFEND ID.

Forum tersebut juga dihadiri seluruh anggota holding DEFEND ID sebagai bagian dari fungsi pengawasan terhadap BUMN strategis. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memastikan peran industri pertahanan semakin kokoh dalam mendukung ketahanan nasional.

Dalam rapat tersebut, Komisi VI DPR RI menerima pemaparan menyeluruh mengenai kinerja operasional dan keuangan DEFEND ID beserta subholdingnya.

Baca Juga: Ingin Berkarier di Bidang Training? PT MUM Buka Rekrutmen hingga 15 Februari 2026

Entitas yang berada di bawah holding ini meliputi PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, PT PAL Indonesia, dan PT Dahana. Selain capaian kinerja, turut dipaparkan rencana kerja serta roadmap pengembangan industri pertahanan ke depan.

Paparan tersebut mempertegas posisi DEFEND ID sebagai pilar utama pengembangan industri pertahanan nasional yang berorientasi pada kemandirian teknologi dan peningkatan daya saing global.

Transformasi holding dinilai mampu menjaga keberlanjutan usaha sekaligus menjawab tantangan dinamika lingkungan strategis dan kebijakan fiskal nasional. Kinerja yang tetap positif menjadi indikator ketahanan bisnis serta kemampuan adaptasi perusahaan.

Baca Juga: Ada Pemindahan Kabel Listrik, Jadwal Whoosh Disesuaikan hingga 12 Maret 2026

Komisi VI DPR RI juga memberikan apresiasi atas capaian yang diraih DEFEND ID. Di tengah berbagai tantangan, performa operasional dan keuangan dinilai tetap terjaga dengan baik. Hal ini mencerminkan efektivitas strategi transformasi serta komitmen terhadap agenda strategis negara.

Lebih lanjut, Komisi VI DPR RI mendorong penguatan riset dan inovasi sebagai fondasi utama pengembangan industri pertahanan nasional.

Peningkatan kualitas dan kapabilitas lini produk dinilai penting untuk memperluas daya saing, baik di pasar domestik maupun internasional. Seluruh langkah tersebut diharapkan dijalankan secara konsisten dengan prinsip Good Corporate Governance guna menjaga kinerja dan kepercayaan publik.

Baca Juga: Ide Jalan Santai Valentine di Taman Mini Indonesia Indah, Cocok Buat Quality Time Berdua

Dalam konteks kebijakan nasional, Komisi VI DPR RI menekankan pentingnya dukungan pemerintah untuk membangun ekosistem industri pertahanan yang berkelanjutan.

Dukungan itu meliputi optimalisasi penyerapan produk dalam negeri, penguatan fasilitas penguasaan teknologi prioritas Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan, serta peningkatan sinergi antara BUMN dan BUMS. Kolaborasi tersebut dinilai krusial untuk menopang agenda pembangunan nasional.

Selain itu, kolaborasi lintas sektor juga dipandang penting dalam mendukung visi besar Asta Cita Presiden, khususnya pada program ketahanan energi, ketahanan pangan, konektivitas nasional, serta pertahanan dan keamanan negara.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini