Kabar BUMN - Tiga kapal perang buatan PT PAL Indonesia dipercaya TNI Angkatan Laut (TNI AL) untuk digunakan dalam Latihan Anti-Akses dan Anti-Amfibi (A2/AD) di perairan Bangka Belitung.
Ketiga kapal perang PT PAL tersebut, yakni KRI Raden Eddy Martadinata (331), KRI Semarang (594), dan KRI Halasan (630).
Dalam operasi tersebut, ditopang keandalan kapal-kapal perang produksi PT PAL, TNI AL berhasil mengamankan aset negara senilai Rp 173,6 miliar dari aktivitas ilegal.
Baca Juga: Perkuat Keandalan Operasional, Pertagas Menyelesaikan Restaging Kompresor Cilamaya
Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod menyampaikan, kapal perang buatan dalam negeri terbukti andal dalam menjalankan operasi strategis untuk menjaga kedaulatan dan pertahanan nasional.
“Keberhasilan TNI AL dalam menjaga aset negara di Bangka Belitung dengan kapal-kapal buatan anak bangsa adalah bukti bahwa kita berada di jalur yang tepat menuju Indonesia yang berdaulat dan mandiri,” ujar Kaharuddin.
Sebagai informasi, KRI Raden Eddy Martadinata (331) merupakan kapal jenis light frigate yang dilengkapi sistem radar dan persenjataan modern untuk pengamanan udara dan permukaan laut.
Baca Juga: WIKA Raih Kontrak Pembangunan Infrastruktur SMA Unggul Garuda di Perbatasan
KRI Semarang (594) adalah kapal jenis Landing Platform Dock (LPD) yang berperan penting dalam mobilitas pasukan serta dukungan logistik di wilayah kepulauan.
Sementara KRI Halasan (630) merupakan kapal cepat rudal (KCR) yang dirancang untuk respons cepat dalam operasi penegakan hukum di laut, termasuk terhadap praktik ilegal.
PT PAL memandang bahwa pengamanan aset negara senilai Rp 173,6 miliar tersebut merupakan refleksi nyata sinergi antara TNI AL dan industri pertahanan nasional.
Kolaborasi ini mempertegas posisi Indonesia sebagai negara maritim yang tidak hanya kuat secara operasional, tetapi juga mandiri dalam penyediaan infrastruktur pertahanannya.
Ke depan, PT PAL berkomitmen terus memperkuat kapabilitas teknologi, meningkatkan tingkat kandungan dalam negeri, serta memastikan setiap produk strategisnya mampu menjadi perisai maritim dalam menjaga kedaulatan dan kekayaan Indonesia.***
Artikel Terkait
BRP Tarlac 601 Bersandar di Surabaya, PT PAL Indonesia Resmi Tangani Proyek MRO Kapal Perang Filipina Pertama
Semarak HUT ke-45, PT PAL Indonesia Tunjukkan Semangat Kolaborasi dan Transformasi
PT PAL Indonesia Berbagi 150 Paket Sembako untuk Warga Kelurahan Ujung Surabaya
Menuju Kemandirian Maritim, PT DAK dan PT PAL Resmikan Kerja Sama
PT PAL Luncurkan Senjata Laser Portabel Pertama di Dunia untuk Kapal Perang Indonesia
PT PAL Gandeng Krakatau Steel dan BKI Memperkuat Kedaulatan Industri Maritim