Turunkan Tiga Kapal Perang, PT PAL Memperkuat Operasi TNI AL Amankan Aset Negara Rp 173,6 Miliar

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Jumat, 20 Februari 2026 | 13:00 WIB
KRI Raden Eddy Martadinata, satu dari tiga kapal perang buatan PT PAL Indonesia yang dipercaya TNI AL untuk digunakan dalam Latihan Anti-Akses dan Anti-Amfibi (A2/AD) di perairan Bangka Belitung. (pal.co.id)
KRI Raden Eddy Martadinata, satu dari tiga kapal perang buatan PT PAL Indonesia yang dipercaya TNI AL untuk digunakan dalam Latihan Anti-Akses dan Anti-Amfibi (A2/AD) di perairan Bangka Belitung. (pal.co.id)

Kabar BUMN - Tiga kapal perang buatan PT PAL Indonesia dipercaya TNI Angkatan Laut (TNI AL) untuk digunakan dalam Latihan Anti-Akses dan Anti-Amfibi (A2/AD) di perairan Bangka Belitung.

Ketiga kapal perang PT PAL tersebut, yakni KRI Raden Eddy Martadinata (331), KRI Semarang (594), dan KRI Halasan (630).

Dalam operasi tersebut, ditopang keandalan kapal-kapal perang produksi PT PAL, TNI AL berhasil mengamankan aset negara senilai Rp 173,6 miliar dari aktivitas ilegal.

Baca Juga: Perkuat Keandalan Operasional, Pertagas Menyelesaikan Restaging Kompresor Cilamaya

Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod menyampaikan, kapal perang buatan dalam negeri terbukti andal dalam menjalankan operasi strategis untuk menjaga kedaulatan dan pertahanan nasional.

“Keberhasilan TNI AL dalam menjaga aset negara di Bangka Belitung dengan kapal-kapal buatan anak bangsa adalah bukti bahwa kita berada di jalur yang tepat menuju Indonesia yang berdaulat dan mandiri,” ujar Kaharuddin.

Sebagai informasi, KRI Raden Eddy Martadinata (331) merupakan kapal jenis light frigate yang dilengkapi sistem radar dan persenjataan modern untuk pengamanan udara dan permukaan laut.

Baca Juga: WIKA Raih Kontrak Pembangunan Infrastruktur SMA Unggul Garuda di Perbatasan

KRI Semarang (594) adalah kapal jenis Landing Platform Dock (LPD) yang berperan penting dalam mobilitas pasukan serta dukungan logistik di wilayah kepulauan.

Sementara KRI Halasan (630) merupakan kapal cepat rudal (KCR) yang dirancang untuk respons cepat dalam operasi penegakan hukum di laut, termasuk terhadap praktik ilegal.

PT PAL memandang bahwa pengamanan aset negara senilai Rp 173,6 miliar tersebut merupakan refleksi nyata sinergi antara TNI AL dan industri pertahanan nasional.

Baca Juga: Kolaborasi dengan Pandawara Group, InJourney Ajak Masyarakat Laksanakan Aksi Beach Clean Up Pantai Kelan Bali

Kolaborasi ini mempertegas posisi Indonesia sebagai negara maritim yang tidak hanya kuat secara operasional, tetapi juga mandiri dalam penyediaan infrastruktur pertahanannya.

Ke depan, PT PAL berkomitmen terus memperkuat kapabilitas teknologi, meningkatkan tingkat kandungan dalam negeri, serta memastikan setiap produk strategisnya mampu menjadi perisai maritim dalam menjaga kedaulatan dan kekayaan Indonesia.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: pal.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini