1.400 Kepiting Ditebar, PT TIMAH Perkuat Ekosistem Mangrove di Kepulauan Riau

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Sabtu, 21 Februari 2026 | 09:40 WIB
PT TIMAH menebar 1.400 kepiting bakau untuk menjaga pesisir dan mendukung ekonomi nelayan di Kepulauan Riau.
PT TIMAH menebar 1.400 kepiting bakau untuk menjaga pesisir dan mendukung ekonomi nelayan di Kepulauan Riau.

Kabar BUMN - PT TIMAH Tbk terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian pesisir melalui program penebaran bibit kepiting bakau di wilayah operasional perusahaan.

Sepanjang 2025, perusahaan telah menyalurkan sekitar 1.400 ekor bibit kepiting ke perairan Kundur dan Karimun di Kepulauan Riau sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem laut.

Inisiatif ini menjadi bagian dari program reklamasi dan pelestarian pesisir yang tidak hanya berfokus pada pemulihan lingkungan, tetapi juga mendukung keberlanjutan mata pencaharian masyarakat nelayan.

Baca Juga: Ramadan 2026 di The Mandalika, ITDC Perkuat Nilai Sosial dan Spiritual Lewat Program Berkah Ramadan Seru

Kehadiran kepiting bakau dinilai penting karena berperan dalam menjaga ekosistem mangrove, yang berfungsi menahan abrasi, mempertahankan kualitas lingkungan pesisir, serta menjadi habitat bagi berbagai biota laut.

Departement Head Corporate Communication PT TIMAH (Persero) Tbk, Anggi Siahaan, mengatakan bahwa restocking kepiting bakau rutin dilakukan untuk menjaga populasi agar tetap lestari.

“Restocking memiliki peran penting dalam pemulihan populasi spesies perairan, peningkatan keanekaragaman hayati, serta menjaga keseimbangan fungsi ekosistem pesisir. Perusahaan berupaya menjaga populasinya agar terus berkembang sehingga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat nelayan,” ujar Anggi.

Baca Juga: Waspadai Beragam Modus Penipuan Marketing Online yang Marak Terjadi di Masa Sekarang

Salah satu nelayan, Awang, mengaku merasakan dampak positif dari program tersebut. Ia menyebut, kini nelayan tidak hanya memperoleh ikan, tetapi juga kepiting dengan ukuran yang cukup besar.

“Kepiting cepat laku karena banyak peminatnya. Terima kasih PT TIMAH Tbk yang terus melakukan pelepasan kepiting sehingga sekarang populasinya cukup banyak,” katanya.

Senada. Idris, nelayan Desa Gemuruh, mengatakan program restocking sangat membantu nelayan tradisional karena populasi kepiting semakin meningkat.

Baca Juga: Pendaftaran Loker Staf Keuangan PT MUM Telah Dibuka, Simak Kualifikasi dan Info Lengkapnya

“Kami sangat senang karena manfaatnya sudah kami rasakan. Populasi kepiting bertambah dan hasil tangkapan juga meningkat,” ujarnya.

Melalui program restocking kepiting bakau sebanyak 1.400 ekor ini, PT TIMAH (Pesero) Tbk berharap ekosistem pesisir di Kepulauan Riau tetap terjaga, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia

Sumber: timah.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini