Seluruh Terminal IPC TPK Siaga 24/7, Antisipasi Lonjakan Arus Peti Kemas Jelang Lebaran

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Kamis, 19 Maret 2026 | 13:30 WIB
IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menghadirkan layanan bongkar muat 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu (24/7) di seluruh terminal guna mengantisipasi lonjakan arus peti kemas menjelang Idul Fitri. (DOK. IPC Terminal Petikemas)
IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menghadirkan layanan bongkar muat 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu (24/7) di seluruh terminal guna mengantisipasi lonjakan arus peti kemas menjelang Idul Fitri. (DOK. IPC Terminal Petikemas)

Kabar BUMN - Antisipasi lonjakan arus peti kemas menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) buka layanan bongkar muat 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu (24/7) di seluruh terminal.

Kesiapan tersebut juga untuk mendukung kebijakan pemerintah terkait pembatasan angkutan barang selama periode mudik.

Corporate Secretary IPC TPK Pramestie Wulandary melalui keterangan resmi menyampaikan peningkatan arus peti kemas ini telah diantisipasi melalui penguatan sistem operasional yang terintegrasi dan responsif.

Baca Juga: Puncak Mudik Lebaran 2026, Garuda Indonesia Group Layani Puluhan Ribu Penumpang dalam Sehari

"IPC TPK memastikan layanan bongkar muat tetap berjalan optimal selama 24/7, dengan dukungan monitoring intensif serta kesiapan personel operasional di seluruh lini," ujar Pramestie.

Langkah itu diambil seiring meningkatnya aktivitas logistik nasional, khususnya di segmen domestik yang mulai menunjukkan eskalasi signifikan memasuki minggu ketiga Ramadan.

Guna menjaga kelancaran arus logistik dan menghindari kepadatan di area pelabuhan, IPC TPK mengimplementasikan sejumlah langkah mitigasi strategis, di antaranya optimalisasi layanan gate pass, pemanfaatan lapangan penumpukan Lini 2 sebagai buffer bagi Lini 1.

Baca Juga: ASDP Buka Mudik Gratis di Indonesia Timur, Ribuan Penumpang Bisa Nikmati Layanan Ini

Kemudian, kerja sama dengan beberapa depo peti kemas pendukung di sekitar Tanjung Priok serta penguatan fungsi traffic management dan safety control melalui penempatan petugas port facility security officer (PFSO) di titik-titik rawan antrean.

Seiring dengan rencana pemberlakuan pembatasan angkutan barang pada 13 hingga 29 Maret 2026, IPC TPK memproyeksikan adanya percepatan aktivitas pengiriman oleh para pelanggan sebelum periode tersebut dimulai.

Untuk itu, perusahaan secara aktif mengimbau pengguna jasa agar melakukan percepatan pengambilan peti kemas untuk dikeluarkan menuju depo di sekitar Jakarta Utara guna menghindari potensi penumpukan usai Lebaran.

Baca Juga: PLN Perkuat Infrastruktur SPKLU Jatim–Bali, Siap Dukung Mudik Lebaran 1447 H untuk Pengguna Kendaraan Listrik

"Percepatan delivery sebelum masa pembatasan menjadi kunci untuk menjaga kelancaran rantai pasok. Dengan sinergi antara operator terminal, regulator, dan pengguna jasa, kami optimistis arus logistik nasional tetap terjaga dengan baik selama periode Lebaran," ucap Pramestie.

IPC TPK juga terus memperkuat koordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), instansi terkait serta perusahaan pelayaran untuk memastikan sinkronisasi jadwal kedatangan kapal dan kelancaran arus peti kemas di seluruh terminal.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini