Dari Lontar ke Wisata, Desa Hendrosari Gresik Tumbuh Jadi Pusat Ekonomi Berbasis Lokal Berkat BRILiaN

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Senin, 6 April 2026 | 15:00 WIB
Desa Hendrosari sukses kembangkan wisata Lontar Sewu, dorong UMKM dan ekonomi warga lewat potensi lokal dan dukungan BRI melalui BRILiaN. (bri.co.id)
Desa Hendrosari sukses kembangkan wisata Lontar Sewu, dorong UMKM dan ekonomi warga lewat potensi lokal dan dukungan BRI melalui BRILiaN. (bri.co.id)

Kabar BUMN - Hamparan sekitar 190 hektare lahan di Desa Hendrosari, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, dipenuhi rimbunnya pohon lontar yang tak hanya menjadi ciri khas lanskap alam, tetapi juga sumber utama penghidupan masyarakat.

Desa ini dikenal sebagai sentra produksi legen, minuman tradisional yang berasal dari getah bunga lontar, dengan ribuan pohon yang menopang aktivitas ekonomi warga.

Penguatan ekonomi desa semakin terasa sejak hadirnya destinasi Wisata Edu Lontar Sewu yang mulai dikembangkan pada 2019 melalui program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PIID-Pel) dari Kementerian Desa.

Baca Juga: Goa Tersembunyi di Tuban Ini Disebut Mirip Jurassic Park, Berani Coba?

Kehadiran wisata ini menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal yang terintegrasi dengan pengembangan UMKM serta pemberdayaan masyarakat.

Pengembangan kawasan wisata tersebut berangkat dari upaya mengoptimalkan seluruh potensi desa, termasuk sekitar 3.600 pohon lontar dan potensi UMKM yang besar.

Saat ini, destinasi tersebut telah membuka lapangan kerja bagi puluhan warga lokal serta mendorong berkembangnya pelaku usaha di sekitarnya.

Baca Juga: Studio Dian Tantra Makin Dikenal, Berkat Dukungan Rumah BUMN PT Timah

Tercatat sebanyak 63 warga bekerja sebagai karyawan di kawasan wisata, sementara 47 UMKM aktif beroperasi dan tumbuh bersama ekosistem wisata.

Bahkan, pada periode puncak kunjungan, jumlah pelaku UMKM yang terlibat pernah menembus lebih dari 100 usaha.

Direktur BUMDes Hendrosari, Aristoteles, menyebut kehadiran wisata ini telah memicu lahirnya berbagai usaha baru di tengah masyarakat.

Baca Juga: Healing Sambil Estetik, Ini Pengalaman Yoga Unik di Ratu Boko Jogja

“Perkembangan Edu Wisata Lontar Sewu mendorong munculnya banyak warung dan usaha mandiri yang semakin memperkuat ekonomi desa,” jelasnya.

Perubahan besar juga dirasakan oleh para petani legen, terutama dalam hal pemasaran.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dwi NM

Sumber: bri.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini