Lagi Marak Scam Telepon? BNI Hadirkan Pengaman Otomatis di Aplikasi Digitalnya

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Rabu, 8 April 2026 | 21:30 WIB
BNI hadirkan fitur keamanan baru di wondr by BNI, aplikasi otomatis terkunci saat ada panggilan untuk cegah penipuan telepon dan lindungi data nasabah. (bni.co.id)
BNI hadirkan fitur keamanan baru di wondr by BNI, aplikasi otomatis terkunci saat ada panggilan untuk cegah penipuan telepon dan lindungi data nasabah. (bni.co.id)

Kabar BUMN - Transformasi digital di sektor perbankan membuat aktivitas transaksi semakin praktis dan cepat.

Namun, di sisi lain, risiko penipuan digital juga ikut meningkat dan perlu diwaspadai.

Untuk menjawab tantangan tersebut, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menghadirkan fitur keamanan baru pada aplikasi digitalnya. 

Baca Juga: Jam Buka Ragunan Diperpanjang Sampai 22.00 WIB, Pengunjung Dibagi Dua Sesi

Aplikasi Otomatis Terkunci Saat Ada Panggilan

Melalui pembaruan terbaru di aplikasi wondr by BNI, sistem kini dirancang untuk langsung mengunci akses ketika ponsel menerima panggilan masuk.

Mekanisme ini dibuat untuk mencegah pengguna melakukan transaksi saat masih berada dalam sambungan telepon yang berpotensi berisiko.

Baca Juga: Polri Bongkar Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Pertamina Tegaskan Kolaborasi Penegakan Hukum

Saat fitur ini aktif, pengguna akan melihat notifikasi:

  • "Selesaikan Panggilan Kamu Dulu"
  • Aplikasi tidak dapat digunakan sementara
  • Transaksi tidak bisa dilakukan selama panggilan berlangsung

Dengan cara ini, nasabah memiliki waktu untuk lebih berhati-hati sebelum mengambil tindakan apa pun. 

Baca Juga: Komitmen Kemitraan Berkelanjutan Diperkuat, PTPN IV PalmCo Lampaui Kewajiban Plasma di Rokan Hulu

Tujuan: Cegah Modus Penipuan Telepon

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo menjelaskan bahwa fitur ini merupakan langkah preventif untuk mengurangi potensi penipuan.

"Fitur ini kami hadirkan sebagai langkah preventif untuk melindungi nasabah dari berbagai modus penipuan yang memanfaatkan komunikasi telepon," ujar Okki dalam keterangan tertulis.

Pelaku penipuan biasanya meminta korban tetap berada di sambungan telepon sambil diarahkan melakukan transaksi. Situasi ini sering dimanfaatkan untuk mengambil alih akses rekening atau mencuri informasi penting.

Baca Juga: Air Terjun Puspa Dewi, Bengkulu, Wisata Langka yang Menawarkan Air Terjun Berair Panas

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini