Kabar BUMN - PT PLN Nusantara Power (PLN NP) menegaskan komitmennya menjaga keandalan pasokan listrik nasional di tengah dinamika geopolitik global yang kian memanas dan berpotensi memicu krisis energi.
Dalam acara Diskusi "Indonesia Energy Outlook in the Midst of Global Political Dynamics", Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menegaskan situasi global saat ini justru menjadi momentum untuk memperkuat fondasi ketahanan energi nasional.
“Kami ingin pasokan energi yang terpercaya, harga yang pasti, energi yang terjangkau, dan semakin bersih. Karena itu, energi baru terbarukan bukan lagi pilihan, tetapi keharusan,” ujar Ruly.
Baca Juga: Monitoring di Bekasi, Dirut BULOG Jaga Distribusi Bantuan Pangan Tepat Sasaran
Saat ini PLN NP mengelola kapasitas pembangkit sebesar 18,3 GW yang tersebar di seluruh Tanah Air.
Untuk itu, PLN NP mengandalkan batu bara dan gas sebagai tulang punggung (backbone) pembangkitan, guna mengurangi ketergantungan terhadap energi impor yang rentan terhadap fluktuasi global.
Di sisi lain, efisiensi terus ditingkatkan melalui pengendalian Specific Fuel Consumption (SFC) serta optimalisasi heat rate untuk menjaga biaya pembangkitan tetap kompetitif.
Baca Juga: Saat Harga Energi Naik, Dua PLTBg Ini Jadi Penyelamat PalmCo
Tak hanya itu, PLN NP juga mengedepankan pendekatan berbasis teknologi melalui implementasi p redictive maintenance dan digital monitoring secara real-time.
Inisiatif ini diwujudkan melalui pengembangan smart power plant dan Nusantara Control Center (NuCC), yang mampu menekan downtime, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respons terhadap gangguan.
Untuk memastikan kesiapan energi primer, PLN NP juga mengintegrasikan sistemnya dengan aplikasi manajemen energi korporat serta menjalin koordinasi intensif dengan pemasok gas dan bahan bakar lainnya.
Baca Juga: Produksi EBT Pertamina Perkuat Ketahanan Listrik di Tengah Gejolak Energi Global
Dalam jangka panjang, PLN NP terus mempercepat transisi energi sebagai bagian dari strategi menuju green generation company.
Hingga saat ini, sebanyak 25 unit PLTU telah mengimplementasikan co-firing biomassa sebagai langkah awal menuju pembangkitan rendah karbon.
Artikel Terkait
Konservasi PLTA Berbasis AI, Program Unggulan PLN NP Raih Lestari Award 2025
Setelah di Tahun 2018, PLN NP Kembali Sabet Juara 1 di ARA 2024, Bukti Pengelolaan GCG Terbaik
PLN NP Raih 2 Penghargaan dari BKKBN Atas Komitmennya Cegah Stunting
Pembukaan Bulan K3 Nasional PLTGU Muara Tawar, PLN NP Tegaskan Komitmen Zero Accident
PLN NP Menyerahkan Rumah ke-39 dalam Program Bedah Rumah Sehat
PLN NP Siagakan 8.898 Personel untuk Pasok 14,1 GW Listrik selama Ramadan dan Idulfitri 1447 H