Triwulan I 2026, IPC TPK Catat 850 Ribu TEUs

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Kamis, 16 April 2026 | 09:00 WIB
IPC TPK mencatat total throughput sebesar 850.768 TEUs pada triwulan I 2026 atau tumbuh 0,9 persen dibandingkan periode sama tahun 2025. (DOK. IPC TPK)
IPC TPK mencatat total throughput sebesar 850.768 TEUs pada triwulan I 2026 atau tumbuh 0,9 persen dibandingkan periode sama tahun 2025. (DOK. IPC TPK)

Kabar BUMN - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mencatat total throughput sebesar 850.768 TEUs pada triwulan I 2026 atau tumbuh 0,9 persen dibandingkan periode sama tahun 2025 sebesar 843.187 TEUs.

Kinerja operasional tersebut dicapai di tengah tekanan musiman Idul Fitri dan pembatasan angkutan barang pada triwulan I-2026.

Menurut Corporate Secretary IPC TPK Pramestie Wulandary, IPC TPK telah mengoptimalkan aktivitas bongkar muat menjelang periode pembatasan, serta memastikan percepatan arus barang pasca pembatasan berakhir.

Baca Juga: Dorong UMKM Bangkit Usai Lebaran, PT TIMAH Serap Produk Lokal untuk Kebutuhan Operasional

"Strategi ini memungkinkan kami menjaga kelancaran distribusi sekaligus meminimalkan potensi penumpukan di terminal," ujarnya dalam keterangan resminya, Rabu (15/4/2026).

Adapun secara bulanan, Maret 2026 mencatat penurunan arus bongkar muat menjadi 250.352 TEUs dari 290.923 TEUs pada Maret 2025, tekanan tersebut tidak merata di semua segmen.

Sementara kinerja domestik menguat, dengan volume naik 3,5% menjadi 645.084 TEUs.

Baca Juga: Bank Mandiri Ingatkan Nasabah Soal Modus Card Trapping

Peningkatan ini mencerminkan kuatnya aktivitas distribusi dalam negeri, didorong konsumsi selama Ramadan dan Idul Fitri.

Sebaliknya, segmen internasional melemah. Volume peti kemas turun 6,4% dari 219.655 TEUs menjadi 205.684 TEUs.

Penurunan ini dipengaruhi penyesuaian jadwal pelayaran global serta dinamika perdagangan lintas negara selama periode libur panjang.

Baca Juga: PLN NP Perkuat Ketahanan Listrik Nasional dengan Mengandalkan Energi Sumber Energi Nasional

Dari sisi wilayah, pertumbuhan tercatat merata di sejumlah area operasional. Area Tanjung Priok tumbuh 1%, Pontianak 1,6%, Panjang 2%, dan Teluk Bayur mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 5,3%.

"Ke depan, IPC TPK akan terus memperkuat kolaborasi dan perencanaan berbasis data guna memastikan kelancaran logistik nasional serta mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia," tutup Pramestie.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini