Kabar BUMN - KCIC telah menyelesaikan pelaksanaan HSR Training Batch V Tahap 1 yang dimulai pada Kamis (16/4/2026).
Hal ini merupakan bagian dari penguatan kemandirian SDM nasional dalam pengelolaan operasional dan perawatan kereta cepat Whoosh.
Program ini menjadi lanjutan dari proses alih teknologi yang telah mencapai sekitar 80 persen.
Baca Juga: 7 Cara Alami Menurunkan Darah Tinggi, Efektif dan Bisa Dilakukan di Rumah
Sebanyak 102 peserta mengikuti pelatihan di Politeknik Perkeretaapian Indonesia selama 3 hingga 5 bulan.
Mereka mendapatkan pembekalan mulai dari pendidikan dasar, teori kereta cepat, hingga praktik lapangan, dengan fokus pada peran tenaga pemeriksa sarana dan tenaga pemeriksa jalan rel.
Setelah pelatihan rampung, peserta melanjutkan ke tahap sertifikasi oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia sesuai standar yang berlaku.
Baca Juga: Promo Bayar Internet dan TV Kabel via BRImo Dapat Cashback 10%, Berlaku Setiap Hari hingga Mei 2026
Program ini juga didampingi tenaga profesional guna memastikan kualitas pembelajaran tetap mengacu pada standar internasional.
Sebelumnya, sebanyak 652 SDM Indonesia telah menjalani proses transfer knowledge dari tenaga ahli Tiongkok, meliputi:
- 350 orang di bidang prasarana;
- 222 operasional; dan
- 80 perawatan sarana.
Baca Juga: Fitur PINK ZONE di DAMRI Apps Hadirkan Perjalanan Lebih Aman Bagi Perempuan
Saat ini, sejumlah peran kunci seperti masinis dan mekanik Whoosh telah sepenuhnya diisi oleh tenaga lokal.
Capaian alih teknologi ini menunjukkan kemampuan SDM Indonesia dalam menguasai teknologi High Speed Railway (HSR) semakin kuat.
Artikel Terkait
KCIC Minta Masyarakat Hati-Hati, Modus Penipuan Layanan Whoosh Perlu Diwaspadai
KCIC Hadirkan Voucher Prabayar Whoosh, Berlaku 90 Hari dengan Syarat Khusus
Mobilitas Tinggi, KCIC Perkuat Intermoda untuk Kelancaran Penumpang Whoosh
KCIC Ungkap Kinerja Whoosh Saat Lebaran 2026, Penumpang Tembus Ratusan Ribu
Whoosh Terlambat Gara-Gara Pintu Ditahan Penumpang, KCIC Angkat Bicara