PNM Mekaar Membantu Perempuan Ultra Mikro Tumbuh dan Terbebas dari Jerat Rentenir

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Jumat, 22 Mei 2026 | 20:20 WIB
Kehadiran PNM Mekaar menjadi ruang bagi para ibu untuk perlahan terbebas dari jerat rentenir melalui pembiayaan, pendampingan, dan kebersamaan dalam kelompok. (DOK. PNM)
Kehadiran PNM Mekaar menjadi ruang bagi para ibu untuk perlahan terbebas dari jerat rentenir melalui pembiayaan, pendampingan, dan kebersamaan dalam kelompok. (DOK. PNM)

Kabar BUMN - PNM Mekaar mendorong perempuan prasejahtera memiliki akses pembiayaan yang lebih aman dan terarah, sehingga tidak lagi bergantung pada pinjaman informal yang kerap memberatkan.

Kehadiran PNM Mekaar menjadi ruang bagi para ibu untuk perlahan terbebas dari jerat rentenir melalui pembiayaan, pendampingan, dan kebersamaan dalam kelompok.

PNM Mekaar memberdayakan perempuan, terutama perempuan ultra mikro, tidak hanya dalam bentuk pembiayaan, tetapi juga melalui tiga modal utama.

Baca Juga: Whoosh Tambah Jadwal Malam Saat Long Weekend Idul Adha 2026, Kereta Terakhir Berangkat 22.25 WIB

Yaitu modal finansial berupa akses pembiayaan untuk mendukung keberlangsungan usaha, modal intelektual melalui pendampingan dan peningkatan kapasitas usaha, serta modal sosial yang tumbuh dari kebersamaan dan solidaritas dalam kelompok.

Melalui pendampingan berbasis kelompok, para ibu juga belajar mengelola usaha, membangun kepercayaan diri, serta saling mendukung satu sama lain

Kepemimpinan informal para ketua kelompok menjadi salah satu kekuatan penting dalam proses transformasi tersebut.

Baca Juga: PHR dan Pertamina EP Sepakati Jual Beli Gas hingga 30 BBTUD, Dukung Operasional Migas di WK Rokan

Di tengah kedekatan sosial antaranggota, ketua kelompok tidak hanya berperan mengoordinasikan pertemuan, tetapi juga menjadi penggerak semangat, tempat berbagi pengalaman, serta jembatan bagi anggota lain untuk terus bertumbuh.

Salah satu kisah tersebut hadir dari Ibu Eko Purwanti, nasabah PNM Cabang Pati, yang mengembangkan usaha rengginang berbahan hasil olahan laut serta catering.

Dari usaha yang bermula sederhana, ia tidak hanya menjaga keberlangsungan ekonomi keluarga, tetapi juga membuka ruang manfaat bagi ibu-ibu di sekitarnya.

Baca Juga: Pertamina Drilling Tawarkan Solusi Pengeboran Terintegrasi di IPA Convex 2026

“Saya berharap usaha ini bisa terus berjalan. Bukan hanya untuk menghidupi keluarga saya, tapi juga supaya ibu-ibu di sekitar saya bisa ikut merasakan punya penghasilan. Pelan-pelan kita saling menguatkan, semangat bersama dalam klasterisasi hasil olahan laut, dan mau maju bersama,” ujar Ibu Eko.

Kisah Ibu Eko menjadi gambaran bahwa ketika perempuan diberi ruang, pendampingan, dan kesempatan untuk bertumbuh, dampaknya dapat melampaui satu usaha dan satu keluarga.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini