Kabar BUMN - Suasana Waisak di Candi Borobudur selalu terasa berbeda setiap tahunnya.
Selain pelepasan lentera, salah satu momen yang paling menarik perhatian adalah perjalanan para biksu menuju Borobudur dengan berjalan kaki.
Tahun ini, perjalanan biksu Thudong 2026 hadir dengan konsep Indonesia Walk For Peace (IWFP).
Baca Juga: PLN Energi Gas Raih TOP CSR Awards 2026 #Star 3
Puluhan biksu dari Indonesia, Thailand, Laos, dan Malaysia berjalan kaki dari Bali menuju Candi Borobudur di Magelang.
Perjalanan dimulai sejak 9 Mei 2026 dari Brahmavihara-Arama, Bali, dan diperkirakan tiba di Borobudur pada 28 Mei 2026 menjelang puncak Waisak yang berlangsung 31 Mei 2026.
Selama hampir 20 hari, para biksu menempuh perjalanan sejauh sekitar 666 kilometer.
Baca Juga: 6 Oleh-oleh Non Makanan-Minuman yang Bisa Dibawa dari Arab Saudi, Rata-rata Tanpa Masa Kadaluarsa
Mereka melintasi sejumlah kota seperti Banyuwangi, Surabaya, Gresik, Semarang, Solo, hingga Klaten sebelum akhirnya tiba di Borobudur.
Bukan cuma soal perjalanan jauh, tradisi ini juga membawa pesan perdamaian dan kemanusiaan.
Di berbagai daerah, masyarakat terlihat antusias menyambut kedatangan para biksu.
Baca Juga: TJSL PELNI Kembali Bergerak, Hewan Kurban Disalurkan ke Sejumlah Kota Indonesia
Menariknya, dukungan datang bukan hanya dari umat Buddha, tetapi juga masyarakat dengan latar belakang agama yang berbeda.
Banyak warga ikut menyambut, memberikan makanan, hingga mendukung perjalanan para biksu di sepanjang jalan.
Artikel Terkait
Sinergi IDM dan Gema Rasa: Jembatan Pelestarian Budaya Jawa di Negeri Belanda
Pemberdayaan Warga Lewat Padat Karya, IDM Bantu Perbaiki Talud Jalan
Lewat Pelatihan, IDM Bantu Tingkatkan Kapasitas Koperasi Desa Merah Putih Borobudur
IDM dan InJourney Airports Gelar IHH, Angkat Potensi Wisata Purworejo
Upgrade Skill! Penerima Beasiswa Bhakti Budaya Ikuti Pelatihan MC dan Digital Marketing dari IDM